Kamis, 03 Oktober 2019

Yang Kurindukan


Kupandangi dirinya dari kejauhan. Seperti ada magnet yang hendak menarik pandanganku menujunya. Terus menujunya. Pun kurasakan debaran menguat di jantungku.

Ahh... apakah ini cinta?
Ya. Aku meyakininya. Sejak pertama kali aku bertemu dia.
Entah sudah berapa lama aku meliriknya.

Diam. Kupandangi dalam-dalam.
Tanpa kata. Hanya gumaman dalam batin dan doa yang mengalir begitu saja.

Bahagianya...
Entah bagaimana aku mengungkapkannya. 

Mengungkapkan rasa bahagia yang begitu lega. Menyambangi seluruh pikiranku, serasa aku sedang terbang di antara awan-awan yang mengambang di kebiruan langit. Begitu lembut dan hangatnya perasaan ini.
Wahai Sang Pemilik Alam Semesta, aku sangat menginginkannya.

Aku ingin memilikinya. 

Lama. 
Kupandangi lama sekali. 
Tiada bosan rasanya. Kucatat dia menjadi milikku dalam urutan mimpiku selanjutnya. 
Kuhanya bisa memasrahkan doaku pada Sang Pemilik Kalbu, Sang Pemilik Jagad Raya. 
Yang memberi rasa juga berhak menariknya.
 

**
Waktu cepat berlalu. Tak pernah lagi kupandangi dia. Bahkan menemuinya pun aku tiada. 

Pasrah.. 
Telah kupasrahkan dia bersamaan dengan bait doa dan harapan kala itu.

Hari ini. Entah ada angin apa aku mendekati sekitarannya. Berjalan mencoba mencari yang lainnya, berharap aku dapat menemukan penggantinya.

Sejenak aku tertegun. Perasaan dan debaran itu kembali terasa. 

Masih sangat jelas. 
Kurasa, cinta tak butuh waktu lama untuk mengenali cintanya. 
Kutemui dia masih sama seperti saat itu. Berdiri dengan gagah dan berwibawa diantara kawan-kawannya.

Pun tak butuh waktu lama untuk meyakinkan bahwa dialah yang selama ini dalam doa. 

Yang membuat perasaanku ingin memilikinya.
Sungguh. Tuhan Maha Baik. Kesempatan ini takkan pernah kusiakan lagi. 
Aku tak sanggup kembali tanpa dirinya. 
Aku ingin membawanya serta bersamaku. 
Oh, sepatu yang kurindukan... πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Rajabasa, Bandar Lampung, 6 Mei 2018

17 komentar:

  1. Wqwq.
    Aku udah baper padahal mba :)
    Terrrrrrrrnyataaaaaa

    BalasHapus
  2. Leh, udah seserius itu lho kak aku bacanya 😁 baper yang digagalkan ini mah πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes! Aku berhasil bikin baper. Heu.. Heu..

      Hapus
  3. Yaaah sepatu ternyata πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, betul, betul, sepatu yang terpajang di etalase mall. Nggak sanggup beli, eh ternyata pertemuan kedua dia diskon, langsung daah diboyong. πŸ˜‚ *eh curhat

      Hapus
  4. Ya elah, kirain... Ternyata sepatu tohh!😁

    BalasHapus
  5. Keren tulisannya kakak. Penutup tulisan yang bikin ngakak πŸ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekali-sekali lah bait itu nggak bikin baper aja, tapi bikin ngakak kan enak. 😁

      Hapus
  6. Kalau aku makanan yg kurindukan -__-

    BalasHapus