Kamis, 17 Oktober 2019

Kau, Aku, dan Secarik Kertas Merah


 Kala napas berikan kehidupan
Aku ingin menghirup aroma ragamu
Melantun ayat-ayat Illahi yang merdu
Menuai, meluluhkan, dan menghempas sepiku

Waktu bersembunyi
Dibalik tirai bernama jarak
Kita terpisah hamparan laut dan tingginya gunung
Ribuan jarak menjadi batas tebal antara kau dan aku

Kau berkabar melalui kertas merah, berhias pita hijau dimuka
Bibirku mengembang,
Jantungku berdegup kencang
Sekejap membaca suratmu
Membawaku terbang ke nirwana terjauh

Tulisan singkat itu membisik lembut,
"Esok aku akan datang,
Bersama ayah bunda tercinta,
Maukah kau menjadi ibu dari anak-anakku?"
--
Bandar Lampung, 25 Juli 2019 


10 komentar: