Rabu, 09 Oktober 2019

Hujanlah Negeri Seribu Pulau


Segumpal awan kelam menutupi kebiruan langit
Angin menderu membawa dedaunan berlari; kesana-kemari
Terlunta tak bertuan
Pasir-pasir terbang tak keruan
Bocah-bocah kecil kelilipan mata dibuatnya
Mengadu pada Sang 'Ayah'
Bahkan  lupa ayahnya hanya sebuah nama

Di negeri seribu pulau ini, gemuruh alam dan pribumi beradu
Sudahlah alam tak lagi bersahabat baik
Hujan yang dinanti tak jua menyapa
Hujan pula airmata bocah karena nasibnya
Mengadu pada Sang 'Ayah'
Bahkan ayah pun seperti tak ada

Lalu, kemana bocah-bocah kecil harus mencari keamanan, ketentraman, dan kesejahteraan bila tak mengadu pada Sang 'Ayah'?
Karena hanya ayahlah yang menahkodai bahtera seribu pulau ini

Kemana ayah-ayah yang pernah berjanji menjaga?
Jangankan menjaga, bahkan suaranya pun tak membela
Bocah kecil hanya menagih janji
Pada ayah yang punya besar kendali

Mengapa ayah ingkar janji?
Tak cukupkah dia lihat hujan airmata pada bocah-bocah tak beralas kaki ini?
Berapa banyak  nyawa harus meregang karena menanti janji-janji yang dikhianati?

Tuhan,
Ajari langsung ayah-ayah itu tentang kehidupan 
Mungkin saja usia tua sudah membuat otaknya pikun

Tuhan,
Turunkanlah hujan yang deras, hapuslah semua derita bocah-bocah
Engkaulah pelipur lara; tumpuan terakhir hati yang dirundung keputusasaan

Bandar Lampung, 9 Okt 2019

17 komentar: