Rabu, 11 September 2019

Mengenal BJ. Habibie, Sosok Cerdas, Inspiratif, dan Religius


Indonesia kembali berduka. Belum lama kabar berita duka dari keluarga Susilo Bambang Yudhoyono, presiden Republik Indonesia keenam, kini kita harus mengikhlaskan presiden ketiga, BJ. Habibie. 

BJ. Habibie dikabarkan meninggal dunia pada Rabu 11 September 2019 sekitar pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Beliau meninggal diusia 83 tahun.

Menurut kabar, BJ Habibie dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPD) Gatot Soebroto karena kondisinya menurun. Beliau sempat dirawat di Jerman setelah mengalami kebocoran klep jantung. Kebocoran jantung yang dialami Habibie saat itu mirip dengan sakit yang diderita sang istri, Ainun Habibie.

Perjalanan Habibie Kecil Hingga Dewasa
Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936. Lahir dari ibu berdarah Jawa dan bapak dari Makassar berdarah Bugis. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Orangtuanya bernama Alwi Abdul Jalil Habibie (Ayah) dan Raden Ajeng Tuti Marini Puspowordjojo (Ibu).

Ayah dari BJ Habibie adalah seorang ahli pertanian, sedangkan ibunya merupakan anak dari spesialis mata di Yogya yang bernama Puspowardjojo.

BJ. Habibie tumbuh dalam keluarga yang relijius. Ayahnya selalu membacakan ayat suci Al Qur’an setiap harinya. Bahkan Habibie sendiri mengatakan bahwa ia selalu merasa tenang apabila sang ayah membacakan Al Qur’an di hadapannya. Karena sering dilantunkan bacaan Al Qur'an, maka sangat wajar Habibie sudah bisa membaca Al Qur'an diusia 3 tahun.

Saat usia 14 tahun, BJ. Habibie harus kehilangan ayahnya. Ayahnya meninggal terkena serangan jantung saat shalat Isya bersamanya pada tanggal 3 September 1950.

Setelah sang ayah meninggal, ibunya menjual rumah dan kendaraan mereka lalu berpindah domisili ke Bandung bersama Habibie dan saudaranya.

Kecerdasan dan kegigihan Habibie patut diacungi jempol. Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 1954 BJ Habibie melanjutkan pendidikannya di ITB (Institute Teknologi Bandung) jurusan Teknik Mesin. Pada masa itu nama ITB masih Universitas Indonesia Bandung. Baru enam bulan menempuh kuliah di ITB, Habibie mendapat beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan pendidikan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule di Jerman pada tahun 1955. Dalam kurun waktu 10 tahun, Habibie merengkuh gelar S1 hingga S3 di Aachen di Jerman.

Pada tahun 1965, Habibie meraih gelar Doktor Ingenieur dibidang desain dan konstruksi pesawat terbang dengan gelar summa cum laude. Puncak karirnya saat itu, beliau dipercaya menjabat sebagai Vice President Messerschmitt-BΓΆlkow-Blohm Hamburg (MBB), sebuah perusahaan dirgantara ternama di Hamburg, Jerman. Nama Habibie menjadi tokoh penting dengan kecerdasan serta rekam jejaknya yang kredibel.

Perjalanan Hidup Setelah Menikah
Bj. Habibie menikahi seorang wanita bernama Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962.

Setelah beliau menikah, beliau memboyong istrinya untuk sama-sama tinggal di Jerman. Perjuangan hidup Habibie terasa lebih berat lagi. Dipagi hari Habibie harus berjalan kaki menuju tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat pengeluaran. Setelah bekerja, ia belajar pada malam hari untuk kuliahnya. Selain itu, istrinya Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju demi menghemat pengeluaran keluarga. Dari pernikahannya, Habibie dan Ainun di karuniai dua orang anak yang bernama Ilham Akbar dan Thareq Kemal.

Julukan-julukan BJ. Habibie
Eyang
Adalah sebutan atau panggilan yang melekat dalam diri BJ. Habibie. Eyang dikenal sebagai teman bicara yang sangat 'asyik'. Berbagai persoalan bahkan sampai persoalan cinta, milenial, sangat menyenangkan.


Mr. Crack
Eyang juga dijuluki sebagai Mr. Crack oleh para spesialis penerbangan internasional. Salah satu penemuan yang paling fenomenal adalah Teori Keretakan atau Crack. Teori ini juga dikenal dengan nama 'Faktor Habibie'.

Teori Crack adalah satu di antara banyak karya Habibie di bidang teknologi auronautika atau ilmu pesawat terbang yang dipakai oleh dunia penerbangan hingga sekarang.

Bapak Teknologi Indonesia
Siapa yang tidak tahu karya besar Eyang Habibie? Ketika mendengar nama Habibie, tentu secara otomatis kita akan mengaitkannya dengan pesawat terbang. Dalam dunia teknologi, lebih dari 45 hak paten dipegang oleh Presiden RI ketiga ini. Adapun hal yang unik dan langka dari Bapak Teknologi adalah, beliau mampu menyandingkan teknologi dengan agama atau dikenal sebagai IPTEK  (Ilmu Pengetahuan) dan IMTAK (Iman dan Takwa).


Simbol Kesetiaan dalam Rumah Tangga
Kisah cinta BJ. Habibie dan Ainun yang diangkat ke layar lebar, menguatkan Eyang sebagai sosok yang sangat setia. Dari film tersebut, kita mendapati bagaimana kisah percintaan Eyang Habibie dan Ainun yang begitu mengesankan, romantis, dan penuh kasih sayang. Inspirasi bagi banyak keluarga Indonesia. 


Quote BJ. Habibie yang Menggugah Jiwa
“Failure only happens when we give up.”
“Kegagalan hanya terjadi bila kita menyerah.”


“When someone abuses you, it is a compliment that so far they spend a lot of time thinking about you, even when you do not think about them.”
“Ketika seseorang menghina Anda, itu adalah sebuah pujian bahwa selama ini mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan Anda, bahkan ketika Anda tidak memikirkan mereka.”

"Needless to perfect, simply find people who always make you happy and that means more than anyone else.”
“Tak perlu yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuat Anda bahagia dan berarti lebih dari siapapun.”

”One key to happiness is to use the money for an experience not to desire.”
“Salah satu kunci kebahagiaan adalah menggunakan uang Anda untuk pengalaman bukan untuk keinginan.”

“Live like you will die tomorrow. And blessed like you will live forever.”
“Hiduplah seperti Anda akan mati besok. Dan berbahagialah seperti Anda akan hidup selamanya.”

“Should consistently pursue the disciplines in which you are studying. You can be as consistent as I.”
“Harus konsisten dalam menekuni bidang disiplin ilmu yang Anda pelajari. Anda bisa menjadi konsisten seperti saya.”

“Without love, intelligence is dangerous. and without intelligence, love is not enough.”
“Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.”

“Lust will only bring temporary happiness. But, true and sincere love will give you true happiness.”
“Nafsu hanya akan membawa kebahagiaan sesaat. Tetapi, cinta yang tulus dan sejati akan memberikan kebahagiaan yang sebenarnya.”

Terakhir, dari perjalanan hidup Eyang Habibie, sangat banyak kita dapati inspirasi yang menggugah. Kini, Eyang sudah tenang disana, doa terbaik bagi beliau mari kita panjatkan. Semoga Eyang husnul khotimah dan menjadi ahli surga. Aamiin

17 komentar:

  1. Sangat jelas paparannya.Terima kasih atas sharingnya ttg salah satu tokoh yang saya idolakan... Masya Allah. Inspiratif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  2. Detail sekali Kak MasyaAllah, tulisan yang sangat menginspirasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Semoga bermanfaat.

      Hapus
  3. Penulisannya rapi dan penjelasannya runtut. Bikin nyaman membaca hingga akhir. Terus semangat menulis ya!

    BalasHapus
  4. Sedih beliau meninggal.. tapi beliau akhirnya bisa bersua lagi dengan Ibu Ainun, sang kekasih hati. Selalu kagum sama beliau, baik sebagai seorang intelektual, pribadi, suami ataupun ayah. Benar2 man of the vision..

    BalasHapus
    Balasan
    1. IYa, turut sedih dan kehilangan sekali. Semoga diberikan tempat terbaik disisi Allah. Aamiin.

      Hapus
  5. Tulisannya terstruktur. Semangat....

    BalasHapus
  6. Cocok kak untuk bikin tulisan non fiksi *pendapatku yang bukan seorang ahli πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜Š

    BalasHapus
  7. Masya Allah, sangat detile...
    Terimakasih ka sharingnya

    BalasHapus
  8. Masya Allah...terima kasih tulisannya kakak...sayasangat mengidolakan beliau. Beliau sangat menginspirasi πŸ€—πŸ€—πŸ€—

    BalasHapus
  9. Salah satu kunci kebahagiaan adalah menggunakan uang Anda untuk pengalaman bukan untuk keinginan.” notedπŸ“

    BalasHapus