Senin, 11 Maret 2019

Resensi Buku Black Beauty

Judul: Black Beauty
Penulis: Anna Sewell
Penerbit: Orange Books
Genre: Fiksi Klasik, Fiksi Petualangan


Black Beauty karya Anna Sewell mengisahkan tentang kehidupan pada tahun 1800-an. Pada masa itu, belum ada transportasi mobil dan bus. Satu-satunya alat transportasi yang digunakan adalah kuda. novel ini menceritakan tentang kehidupan seekor kuda berwarna hitam bernama Black Beauty. seekor kuda yang sangat menawan. Terdapat motif bintang berwarna putih di kepalanya dan warna putih disalah satu kakinya. Dia juga keturunan kuda terbaik dan bisa diandalkan.

Kuda hitam junior menghabiskan masa kecilnya bersama ibunya. Kehidupannya berawal dari keluarga Grey. Mereka memberikan perawatan yang sangat baik bagi kuda-kuda mereka termasuk kepada kuda hitam, Black Beauty.

Nama Black Beauty adalah julukan yang diberikan oleh keluarga Gordon saat di Birtwick. Black beauty sangat beruntung. Ia mendapat pelatih yang baik hati, John Manly. Keluarga Gordon pun sangat menyukai Black Beauty karena ia adalah kuda yang pintar dan berlari kencang. di Birtwick, Black Beauty mendapat teman bernama Merrylegs dan Ginger. Mereka mendapatkan perawatan yang baik disana. Namun suatu bencana menimpa tuannya. Mulai dari kebakaran, jembatan rusak, sampai istri tuannya sakit keras dan membutuhkan banyak biaya. Akhirnya terpaksa Black Beauty dan Ginger dijual.

Berbeda dari kehidupan Black Beaty sebelumnya, ia menjalani hari-hari yang buruk dan melelahkan. Istri tuan barunya penggila fashion. Black Beauty harus menggunakan check rein, semacam penahan kepala kuda agar tetap tegak. Hal ini menambah beban dan penderitaan bagi Black Beauty dan Ginger. Sampai pada akhirnya, Black Beauty mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kakinya terluka. Apalagi yang diharapkan dari seekor kuda cacat bagi keturunan bangsawan? Black Beauty pun berakhir di pasar kuda. Setiap saat Black Beauty berharap memiliki tuan yang baik hati kepadanya Seperti John Manly. Ia merindukan rumah lamanya. Akankah Black Beauty mendapat kebahagiaan seperti kebahagiaannya dahulu?

Membaca novel ini, membuat saya sadar bahwa meski hewan tidak bisa berbicara, kita tidak boleh memperlakukan mereka semena-mena, menyakiti apalagi mendzolimi. Mereka tidak bisa berbicara tapi mereka bisa merasakan. Sebaiknya kita memiliki rasa kasih sayang kepada hewan terlebih hewan peliharaan dengan sepenuh hati.

#ReadingChallengeOdop
#OneDayOnePost
#ChallengeLevel4
#Tantangan3


Tidak ada komentar:

Posting Komentar