Rabu, 20 Maret 2019

Lelaki Tua dan Laut Ernest Hemingway

Judul: Lelaki Tua dan Laut
Judul Asli: The Old Man and the Sea
Penulis: Ernest Hemingway
Penerjemah: Yuni Krsitianingsih Pranudhaningrat
Penerbit: Serambi
ISBN: 978-602-290-028-3
Tebal: 140 hlm
Cetakan 1: Januari 2015


Instagram @ezza_echaxxix


Tahukan kamu bahwa buku yang sedang saya review ini adalah peraih Hadiah Pulitzer tahun 1953 dan Nobel Sastra tahun 1954. Buku ini merupakan terjemahan dari dari The Old Man and The Sea.

Novel ini menceritakan tentang kisah perjuangan seorang nelayan tua berasal dari Kuba bernama Santiago. Ia sudah menjadi nelayan sejak muda dan sangat berkemauan keras meski saat itu ia sudah tidak kuat dan muda lagi.

Suatu hari, Santiago melaut selama 84 hari namun tak ada satu pun ikan mengait kail pancingannya. Ia bahkan sering dibully oleh teman-teman nelayan lain karena tak kunjung mendapat tangkapan ikan. Beruntungnya ada seorang anak muda yang baik hati merawat dan membantunya. Anak muda itu bernama Manolin. Manolin tinggal tidak jauh dari  rumah Santiago. Ia sangat menyayangi Santiago layaknya kakek kandungnya sendiri. Hampir setiap hari Manolin datang ke gubuk Santiago, menyelimutinya saat tidur, menyiapkan makanan, dan membantu menyiapkan peralatan melaut.

Setelah 84 hari tidak mendapat seekor ikan pun, tak membuat Santiago menyerah. Pada hari ke -85 ia kembali melaut. Kali ini ia sangat yakin ikan akan menghampirinya. Ia mengarungi lautan seorang diri. Ia tidak mengizinkan Manolin menemaninya melaut. Ia hanya memperkenankan Manolin untuk menyiapkan peralatan melaut saja.

Kapal kecil dengan bekal seadanya, Santiago sabar menunggu ikan memakan umpannya. Akhirnya setelah menunggu lama, seekor ikam marlin yang sangat besar terkait dengan umpannya. Ikan marlin itu sangat besar, Pak Tua tidak sanggup menariknya karena tenaganya yang sudah tidak kuat lagi. Ia hanya bisa menunggu, tarik ulur dengan ikan marlin, berharap ikan besar itu segera menyerah dan berhasil ia tangkap. Namun sayangnya, ikan besar dan kuat itu menyeret kapal kecil Santiago ke tengah lautan. Luka berdarah mengalir, mengundang hiu-hiu untuk datang.  Hiu-hiu mencium anyir darah dari kapal pak tua. Akankah Pak Tua berhasil membawa pulang ikannya ke daratan? Akankah ia bertarung dengan hiu-hiu yang berdatangan ke kapalnya?

Novel ini menurut saya memiliki tema yang sederhana namun dikisahkan sangat detail tentang seorang lelaki tua yang tidak menyerah dengan laut. Membaca ini membuat saya seolah-olah tengah berada di lautan, turut merasakan kegentingan bertarung diatas air biru. Saya pikir buku ini memang pantas mendapat penghargaan. Novel ini juga sangat sarat akan sastra dan makna mendalam yang tersirat dari percakapan si lelaki tua dan anak muda bernama Manolin.

 #ReadingChallengeODOP
#OneDayOnePost
#Level5
#Challenge2

1 komentar: