Rabu, 20 Maret 2019

Harapan Next RCO



Alhamdulillah saya bersyukur banget bisa menyelesaikan Reading Challenge Odop sampai level terakhir. Alias nggak nyangka banget akhirnya saya bisa konsisten membaca buku setiap hari dan sepekan bisa sampai 3 buku dilahap sekaligus (kalau lagi rajin, wkwkwk). Biasanya sih nggak konsisten dan ngerengsa kalau udah lihat buku tebal. Hehee.. Btw, tadi baru dapat kata baru dari post NAC, rengsa; perasaan malas, lemas, dan lesu untuk melakukan sesuatu. Ya begitulah rengsanya sebelum gabung RCO. Tapi begitu gabung RCO, ibarat roket, semangat dan keinginan membacanya langsung meluncur naik, meroket dan membumbung tinggi ke angkasa. (Puitis amat yak, hahaa). Yah, intinya kalau bersama-sama itu lebih semangat, apalagi terorganisir seperti RCO ini. Maka, kebaikan yang dilakukan bersama-sama bisa menambah energi bagi yang lainnya.

So, pada kesempatan terakhir ini, saya mau ngucapin happy birthday, eh salah, ucapan terima kasih maksudnya. 😀 Terima kasih pake banyak untuk Peje RCO yang sudah sangat setia dan sabar, mudah-mudahan menjadi kebaikan dan ladang pahala buat para pejenya. Aamiin..

Well, harapan saya sih RCO makin eksis, tantangannya semakin seru dan lebih berani lagi. Terus, ada satu hari setelah selesai challenge per levelnya peje mengadakan pembahasan. Ada lagi yang lebih seru, bagi-bagi hadiah kalau bisa.😄 So, jadi nambah ilmu dan nambah koleksi buku deh.. hehee... Overall, udah keren dan seru deh. Eggcellent...!!!

#ReadingChallengeOdop
#OneDayOnePost
#Level5
#Challenge3


Lelaki Tua dan Laut Ernest Hemingway

Judul: Lelaki Tua dan Laut
Judul Asli: The Old Man and the Sea
Penulis: Ernest Hemingway
Penerjemah: Yuni Krsitianingsih Pranudhaningrat
Penerbit: Serambi
ISBN: 978-602-290-028-3
Tebal: 140 hlm
Cetakan 1: Januari 2015


Instagram @ezza_echaxxix


Tahukan kamu bahwa buku yang sedang saya review ini adalah peraih Hadiah Pulitzer tahun 1953 dan Nobel Sastra tahun 1954. Buku ini merupakan terjemahan dari dari The Old Man and The Sea.

Novel ini menceritakan tentang kisah perjuangan seorang nelayan tua berasal dari Kuba bernama Santiago. Ia sudah menjadi nelayan sejak muda dan sangat berkemauan keras meski saat itu ia sudah tidak kuat dan muda lagi.

Suatu hari, Santiago melaut selama 84 hari namun tak ada satu pun ikan mengait kail pancingannya. Ia bahkan sering dibully oleh teman-teman nelayan lain karena tak kunjung mendapat tangkapan ikan. Beruntungnya ada seorang anak muda yang baik hati merawat dan membantunya. Anak muda itu bernama Manolin. Manolin tinggal tidak jauh dari  rumah Santiago. Ia sangat menyayangi Santiago layaknya kakek kandungnya sendiri. Hampir setiap hari Manolin datang ke gubuk Santiago, menyelimutinya saat tidur, menyiapkan makanan, dan membantu menyiapkan peralatan melaut.

Setelah 84 hari tidak mendapat seekor ikan pun, tak membuat Santiago menyerah. Pada hari ke -85 ia kembali melaut. Kali ini ia sangat yakin ikan akan menghampirinya. Ia mengarungi lautan seorang diri. Ia tidak mengizinkan Manolin menemaninya melaut. Ia hanya memperkenankan Manolin untuk menyiapkan peralatan melaut saja.

Kapal kecil dengan bekal seadanya, Santiago sabar menunggu ikan memakan umpannya. Akhirnya setelah menunggu lama, seekor ikam marlin yang sangat besar terkait dengan umpannya. Ikan marlin itu sangat besar, Pak Tua tidak sanggup menariknya karena tenaganya yang sudah tidak kuat lagi. Ia hanya bisa menunggu, tarik ulur dengan ikan marlin, berharap ikan besar itu segera menyerah dan berhasil ia tangkap. Namun sayangnya, ikan besar dan kuat itu menyeret kapal kecil Santiago ke tengah lautan. Luka berdarah mengalir, mengundang hiu-hiu untuk datang.  Hiu-hiu mencium anyir darah dari kapal pak tua. Akankah Pak Tua berhasil membawa pulang ikannya ke daratan? Akankah ia bertarung dengan hiu-hiu yang berdatangan ke kapalnya?

Novel ini menurut saya memiliki tema yang sederhana namun dikisahkan sangat detail tentang seorang lelaki tua yang tidak menyerah dengan laut. Membaca ini membuat saya seolah-olah tengah berada di lautan, turut merasakan kegentingan bertarung diatas air biru. Saya pikir buku ini memang pantas mendapat penghargaan. Novel ini juga sangat sarat akan sastra dan makna mendalam yang tersirat dari percakapan si lelaki tua dan anak muda bernama Manolin.

 #ReadingChallengeODOP
#OneDayOnePost
#Level5
#Challenge2

Senin, 11 Maret 2019

Resensi Buku Black Beauty

Judul: Black Beauty
Penulis: Anna Sewell
Penerbit: Orange Books
Genre: Fiksi Klasik, Fiksi Petualangan


Black Beauty karya Anna Sewell mengisahkan tentang kehidupan pada tahun 1800-an. Pada masa itu, belum ada transportasi mobil dan bus. Satu-satunya alat transportasi yang digunakan adalah kuda. novel ini menceritakan tentang kehidupan seekor kuda berwarna hitam bernama Black Beauty. seekor kuda yang sangat menawan. Terdapat motif bintang berwarna putih di kepalanya dan warna putih disalah satu kakinya. Dia juga keturunan kuda terbaik dan bisa diandalkan.

Kuda hitam junior menghabiskan masa kecilnya bersama ibunya. Kehidupannya berawal dari keluarga Grey. Mereka memberikan perawatan yang sangat baik bagi kuda-kuda mereka termasuk kepada kuda hitam, Black Beauty.

Nama Black Beauty adalah julukan yang diberikan oleh keluarga Gordon saat di Birtwick. Black beauty sangat beruntung. Ia mendapat pelatih yang baik hati, John Manly. Keluarga Gordon pun sangat menyukai Black Beauty karena ia adalah kuda yang pintar dan berlari kencang. di Birtwick, Black Beauty mendapat teman bernama Merrylegs dan Ginger. Mereka mendapatkan perawatan yang baik disana. Namun suatu bencana menimpa tuannya. Mulai dari kebakaran, jembatan rusak, sampai istri tuannya sakit keras dan membutuhkan banyak biaya. Akhirnya terpaksa Black Beauty dan Ginger dijual.

Berbeda dari kehidupan Black Beaty sebelumnya, ia menjalani hari-hari yang buruk dan melelahkan. Istri tuan barunya penggila fashion. Black Beauty harus menggunakan check rein, semacam penahan kepala kuda agar tetap tegak. Hal ini menambah beban dan penderitaan bagi Black Beauty dan Ginger. Sampai pada akhirnya, Black Beauty mengalami kecelakaan dan mengakibatkan kakinya terluka. Apalagi yang diharapkan dari seekor kuda cacat bagi keturunan bangsawan? Black Beauty pun berakhir di pasar kuda. Setiap saat Black Beauty berharap memiliki tuan yang baik hati kepadanya Seperti John Manly. Ia merindukan rumah lamanya. Akankah Black Beauty mendapat kebahagiaan seperti kebahagiaannya dahulu?

Membaca novel ini, membuat saya sadar bahwa meski hewan tidak bisa berbicara, kita tidak boleh memperlakukan mereka semena-mena, menyakiti apalagi mendzolimi. Mereka tidak bisa berbicara tapi mereka bisa merasakan. Sebaiknya kita memiliki rasa kasih sayang kepada hewan terlebih hewan peliharaan dengan sepenuh hati.

#ReadingChallengeOdop
#OneDayOnePost
#ChallengeLevel4
#Tantangan3


Biografi Anna Sewell


Anna Sewell adalah seorang penulis novel berkebangsaan Inggris. Dia terkenal sebagai novelis buku anak-anak. Novelnya yang paling terkenal berjudul Black Beauty. Itu adalah novel pertama dan satu-satunya yang pernah dia tulis semasa hidupnya. Namun hal yang luar biasa, novel Black Beauty masuk dalam 10 novel terlaris saat itu.



Anna Sewell lahir bulan 30 Maret 1820 di Great Yarmouth, di Norfolk, Inggris. Ayahnya adalah Isaac Philip dan ibunya bernama Mary Wright Sewell. ia juga memuliki adik bernama Philip. 

Pada usia 14 tahun, Anna menjadi lumpuh, dia tidak bisa berjalan bahkan berdiri sekalipun. Sehingga ia hanya menghabiskan banyak waktu di rumah bersama ibunya yang setia.

Anna Sewell sangat menyukai kuda. Bila ada seseorang yang menyakiti kuda, dia pun akan merasa tersakiti pula.itu pulalah yang membuatnya menulis buku Black Beauty, yang berkisah tentang kehidupan seekor kuda bernama Black Beauty.

suatu hari, Anna Sewell divonis oleh dokter bahwa hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja. Segera setelah mendapat kabar itu, Anna menulis buku pertama dan terakhirnya, Black Beauty. Dia menderita penyakit hepatitis tahun 1878 dan meninggal dunia. 

Kata-kata yang selalu ibunya katakan pada Anna Sewell adalah...


“Always be good, so people will love you. Always work hard and do your best”
#ReadingChallengeODOP
#OneDayOnePost
#ChallengeLevel4
#Tantangan2



Jumat, 01 Maret 2019

Punah

Source of picture: Kumparan
Siapa Kau?
Datang tanpa permisi
Dengan alasan tanah leluhur
Merampas, membunuh, dan merusak ketentraman tanpa belas kasihan

Hei!
Bumi ini milik Tuhan semesta alam
Tanah ini adalah warisan para anbiya,
Terjaga kesuciannya
Terhormat nan mulia
Namun kebencian dan keserakahan memenuhi dadamu
Rusak
Hancur
Darah segar mengalir dari para ibu
Kau renggut kehormatannya
Kau bunuh dengan keji

Lihatlah
Kau pisahkan anak dari ayahnya
Kau bunuh mereka yang masih belia
Tidakkah kau malu, wahai Bedebah!

Tertawa
Silakan tertawa hingga berguncang bahumu
Kau tidak akan pernah membunuh semangat para mujahid
Sesungguhnya raga mereka mati
Namun ruh mereka tersenyum bertemu Rabb-Nya

Tunggu
Akan datang hari kau punah dengan segala kesombongan dan kebiadaban
Dalam keabadian
Dalam kehidupan yang sebenarnya

#ReadingChallengeOdop
#OneDayOnePost
#Challenge3