Minggu, 11 November 2018

Proses Sukses



 Proses tidak pernah mengkhianati hasil

Ada  sebuah kisah. Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah untuk cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju pada sebuah cangkir yang cantik. “Lihatlah cangkir itu”, ujar Nenek kepada suaminya. “Ini cangkir yang paling cantik yang pernah kulihat,” tambahnya lagi dengan wajah terkagum-kagum.

Ketika mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir itu dapat berbicara. “Terima kasih telah memuji dan memperhatikanku. Kau tahu, dulu aku tidaklah secantik ini. Sebelum menjadi cangkir yang kau kagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tiada berguna. Namun suatu hari seorang pengrajin dengan tangan kotor melemparku ke sebuah roda berputar.

Kemudian dia memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Aku berteriak ‘Stop! Stop!’ tetapi orang itu selalu saja mengatakan ‘belum’. Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. ‘Stop! Stop!’ aku kembali berteriak. Namun orang itu masih tetap meninjuku tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan setelah puas dia meninjuku, dia memasukkan aku kedalam perapian. ‘Panas! Panas! Hentikan!’ aku berteriak semakin geram. Tapi orang itu berkata ‘belum’.

Akhirnya, orang itu mengangkatku dari perapian dan membiarkanku di udara sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnaiku. Asapnya begitu memualkan. Aku kembali berteriak. Sudah! Cukup! Hentikan!’

Wanita itu mengatakan ‘Belum.’ Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan lelaki itu memasukkan aku ke dalam perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Aku menangis dan berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang itu tidak peduli dan terus membakarku. Lalu setelah itu aku dibiarkan mendingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku di dekat kaca. Aku melihat diriku disana. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya karena yang berdiri di hadapanku adalah cangkir yang cantik jelita. Semua kesakitan yang lalu menjadi sirna tatkala aku melihat diriku.”

Begitulah proses menjadi orang yang sukses. Tidak ada di dunia ini yang ujug-ujug terlahir menjadi orang sukses (kecuali keturunan raja atau ningrat). Banyak diantaranya harus menempa dirinya dari berbagai kesulitan dan penderitaan hingga akhirnya menjadi orang yang sukses. Khoirul Tanjung, ‘Si Anak Singkong’ yang melanjutkan kuliah dengan menjual perhiasan terakhir ibunya, dan memulai bisnis fotokopian di kampus. BJ. Habibi tentang tantangan dan kesulitan hidup di negeri orang. Dan masih banyak lagi. Bila kita mampu melewati proses dari tahap ke tahap, maka bila sudah waktunya, sukses pasti tercapai. Karena proses tidak pernah mengkhianati hasil. Maka nikmatilah prosesnya.

#odopbatch6
#onedayonepost
#ezzatania

Tidak ada komentar:

Posting Komentar