Senin, 12 November 2018

Hukum Menabur Menuai




Source: Google
Seorang pemuda sedang berjalan ke tengah hutan. Tiba-tiba ia mendengar jeritan meminta tolong. Ternyata ia melihat pemuda sebaya dengannya sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang. Semakin pemuda itu bergerak, semakin ia terperosok masuk ke dalam lumpur. Pemuda yang pertama hendak menolong pemuda itu dengan sekuat tenaga. Akhirnya, dengan susah payah pemuda itu berhasil diselamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.

Ternyata rumah si pemuda kedua (yang terperosok) sangat bagus, besar, dan mewah. Ayah pemuda ini sangat berterima kasih karena telah menolong anak lelakinya dan hendak memberikan uang. Namun pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia saling tolong menolong dalam kesulitan. Sejak kejadian itu, mereka menjalin persahabatan.

Si pemuda pertama adalah orang miskin. Ia bercita-cita ingin menjadi seorang dokter, namun ia tidak memiliki biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda kedua memberikan beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter. 

Tahukan sahabat nama pemuda miskin yang menjadi dokter ini?

Namanya adalah Alexander Fleming, yang kemudian menemukan obat penisilin. Si pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam suatu tugas ke medan perang, ia terluka parah hingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan dr. Fleming. Mereka menyuntikkan pemuda bangsawan itu. kemudian berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan pemuda bangsawan akhirnya sembuh.

Dan tahukan sahabat siapakah pemuda bangsawan itu?

Namanya adalah Winston Churchil, perdana menteri Inggris. Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur menuai. Fleming menabur kebaikan, ia menuai juga kebaikan. Cita-citanya terkabul menjadi seorang dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menyembuhkan Churchil. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil?

#odopbatch6
#onedayonepost
#ezzatania

Tidak ada komentar:

Posting Komentar