Selasa, 06 November 2018

Fakta Pendidikan di Finlandia

ilustrasi: wp.com


Berbicara tentang pendidikan, tahukah kamu, negara Finlandia adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Sebuah negara kecil di Eropa Utara yang memiliki 6 juta penduduk Bagaimana negara tersebut mengelola pendidikannya? Berikut ada 7 fakta pendidikan di Finlandia. 
1.       Sekolah 7 tahun
Dunia anak-anak identik dengan permainan. Di Finlandia, anak-anak dibawah usia tujuh tahun tidak boleh start sekolah. Mereka hanya akan memulai sekolah ketika berusia 7 tahun. Mengapa? Karena mereka percaya bahwa anak-anak diusia dini lebih banyak bermain dengan teman sebaya.  Oleh sebab itu, masa pra sekolah pada usia 5 tahun hanya belajar bermain dan bersosialisasi.

2.       45 menit belajar dan 15 menit istirahat
Orang Finlandia percaya bahwa waktu istirahat dan bersantai yang cukup akan membantu mereka untuk fokus kembali. Oleh sebab itu, setiap 45 menit, anak-anak beristirahat 15 menit. Pelajaran dikelas juga mulai pukul 9 pagi dan berakhir pukul 2 siang.

3.       Sekolah bebas biaya
Itu artinya setiap anak di Finlandia memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk mendapatkan kesempatan belajar dengan fasilitas terbaik dan berkualitas.  Tidak hanya gratis biaya sekolah, anak-anak di Finlandia juga mendapat makan siang gratis, layanan kesehatan secara berkala, dan transportasi umum gratis.

4.       Beasiswa guru
Semua guru difasilitasi lanjut S2 dan mendapat beasiswa dari pemerintah. Setiap guru minimal harus bergelar magister. Seleksi menjadi guru pun sangat ketat. Guru mengajar selama 4 jam perhari. 2 jam untuk mengembangkan kurikulum.

5.       Sedikit Ujian dan PR
Setiap 12 anak dimentori oleh seorang guru.  Dengan begitu, kesempatan murid untuk berinteraksi dengan gurunya lebih besar. Begitu pun sebaliknya. Guru berkesempatan untuk mengenal dan berinteraksi dengan muridnya lebih baik. Tidak ada ujian atau test wajib masuk hingga usia anak 17-19 tahun. Guru lah yang harus melakukan penilaian terhadap siswa-siswa mereka.  Penilaian tersebut bukan untuk menentukan kelulusan, kenaikan kelas, ataupun peringkat. Hal itu sebagai informasi guru untuk meningkatkan pembelajaran siswa.

6.       Tidak ada kompetisi
Tidak ada peringkat tidak ada istilah sekolah unggulan atau istilah guru terbaik. Semua bekerjasama untuk sekolah maju dan berkembang.

7.       Otonomi guru
Guru-guru di Finlandia bisa mengembangkan kurikulum yang cocok bagi para siswanya. Itulah mengapa setiap hari guru memiliki dua jam waktu di sekolah untuk mengembangkan kurikulum pendidikan.

#nonfiksi
#odopbatch6
#onedayonepost


12 komentar:

  1. Angkat koper, cusss pindah finland 🤣

    BalasHapus
  2. Emang kagum sih sama pendidikan disana. Tapi cukup heran, kok kita ga mencoba menirunya ya?

    BalasHapus
  3. Hallo, assalamu'alaikum Mbak Ezza, salam kenal 😊~
    Kenapa saya merasa anak-anak Finlandia bisa menikmati waktu belajarnya ya?😅 Mungkin karena beban terasa tidak terlalu berat bagi siswa? Pengembangan guru juga tidak luput ya, Masya Allah keren! Nice sharing, Mbak. Thank you~

    BalasHapus
  4. Harus mencontoh Finlandia nih kita, jangan hafalan terus belajarnya :v

    BalasHapus
  5. Kerennn. Ini yg ada buky yg menbahas pendidikan di Finlandia itu kan ya

    BalasHapus
  6. Pendidikan finlandia memang diakui dunia yah. Dan moga Indonesia bisa spt finland terutama mengenai biaya sekolah negri or swasta gratis agar semua bs mendapatkan pendidikan the berkualitas sama

    BalasHapus
  7. Aku punya buku Teach like Finland.. tapi belum selesai kubaca 😂

    BalasHapus
  8. Ingin sekali menerapkan sedikit bagaimana Mengajar seperti Finlandia. Baca bukunya dulu biar bisa adaptasi di sekolah

    BalasHapus
  9. Metode belajarnya asik, anak pun jadi ga terbebani ya

    BalasHapus
  10. Keren ya Finland. Meski dikenal sbg negara orang-orang introvert, tapi mereka punya kelebihan luar biasa di bidang pendidikan

    BalasHapus
  11. Keren ya. Pantesan Finlandia menduduki peringkat 1 dari 61 negara yang hobi membaca. Semoga kelak metodenya yang baik-baik bisa diadopsi oleh Indonesia, sehingga anak cucu kita mendapat pendidikan yang lebih baik.

    BalasHapus