Minggu, 11 November 2018

Cara Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak

dok. SpM Lampung



Anak yang memiliki kepercayaan diri, tentu akan lebih mudah meraih prestasi. Anak yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi memiliki gambaran positif tentang dirinya. Dia akan menjadi anak yang ceria, mudah berinteraksi sosial, supel, dan pintar.
Semua guru tentu menginginkan anak-anak didiknya tumbuh dan berkembang dengan memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Namun tidak semua anak-anak dapat menunjukkan rasa percaya dirinya. Ada beberapa anak yang tumbuh dengan menyendiri, menjadi peminder, dan takut kepada banyak orang. Ketidakpercayaan diri tersebut akan sangat menghambat perkembangan anak itu sendiri. 

Sebagai orang  dewasa bahkan orang tua perlu memupuk rasa percaya diri anak agar anak-anak dapat tumbuh berkembang dan berprestasi. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan kepercayaan diri sang anak.
  
Jangan membandingkan dengan orang lain
Setiap orang pasti tidak ingin dibandingkan dengan orang lain. Hal itu akan memengaruhi mental sang anak bahwa dia lebih buruk dari teman atau orang lain yang menjadi bandingannya. Akhirnya, anak menjadi minder dan merasa dirinya selalu buruk.

Jangan pernah menyalahkan
Berbuat kesalahan adalah hal yang biasa, termasuk pada anak-anak. Kita bisa memberitahu mereka mana yang benar dan mana yang salah dengan cara menasehatinya dengan lembut. Anak akan memahami dan rasa bersalah itu menjadi positif untuk memperbaikinya.

Jangan men-judge (menghakimi)
Ketika anak melakukan kesalahan, jangan langsung men-judge. Hal itu akan menciutkan nyali dan mentalnya. Apalagi ditambah bentakan dan emosi yang meluap. Misalnya saja pernyataan seperti: “Dasar kamu, si lemot!”, “Kurang ajar sekali kamu!” dan lain sebagainya.

Memberikan tanggung jawab
Anak-anak akan sangat senang bila diberi tanggung jawab. Mereka akan merasai dihargai dan dianggap penting untuk melakukan tanggung jawab tersebut. Jangan lupa pula untuk memuji setelah tanggung jawab selesai. Tentu anak juga akan ketagihan dan meminta diberi tanggung jawab lainnya.

Mensyukuri segala pemberian Tuhan
Setiap anak terlahir unik. Mereka sudah didesain oleh yang Maha Kuasa dengan segala kelebihan-kelebihannya. Maka, sebagai guru atau mentor, kita senantiasa mengajak mereka memiliki rasa syukur atas apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada mereka.

Menemukan hal yang menyenangkan
Setiap anak pasti memiliki bakat. Misalnya saja ada anak yang senang menggambar, senang bermain musik, senang menari, dan lain sebagainya. Kita dapat menstimulan mereka untuk menonjolkan kelebihan atau bakat tersebut.

Menggali pengetahuan anak
Menambah segala ilmu pengetahuan yang dibutuhkan anak bagi masa depan mereka. Membaca adalah salah satu cara untuk membuka wawasan.

Mempraktikkan bukan sekadar teori
Sebagai orang dewasa atau orang yang lebih tua, tentu segala gerak-gerik kita akan diperhatikan oleh anak-anak. Maka, memberi keteladanan adalah cara yang sangat ampuh agar anak bisa meniru. Terlebih lagi anak akan memiliki tokoh.

Intens melakukan komunikasi
Komunikasi sangat penting. Seseorang tidak akan pernah tahu maksud dan hal apa yang diinginkan oleh seseorang tanpa mengatakannya. Berbicaralah kepada anak sebagai teman. Anak akan dengan mudah menyampaikan sesuatu kepada teman.

Melibatkan anak dalam mengambil keputusan atau diskusi
Misalnya saja, “Anak-anak, bagusnya outing kelas pekan depan kita akan kemana?” beri kesempatan satu persatu anak untuk menyampaikan ide-idenya. Meskipun terkadang ide tersebut sangat konyol sekali pun. 

 

1 komentar: