Minggu, 18 November 2018

Bukan Superman Tapi Superqurban, Sang Pahlawan Gizi di Pelosok

Meski sudah lewat waktunya, semoga bukan masalah yah. Tahun depan semoga kita bersama-sama dapat melakukan dan mendawamkan amalan yang satu ini. Amalan paling dianjurkan apalagi yang hendaknya dilakukan oleh setiap muslim di bulan Dzulhijjah selain pergi haji (bagi yang mampu), yakni berqurban!
 
Qurban berasal dari bahasa Arab, 'Qurban' yang berarti dekat. Kurban juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Dari Aisyah ra, Nabi saw bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).

Dalil tentang Qurban

Allah Subhanahu wata'ala telah mensyariatkan kurban dengan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membencimu dialah yang terputus.” (QS. Al-Kautsar: 1 — 3).
 

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebagai syiar Allah. Kamu banyak memperoleh kebaikan dari padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.” QS. Al-Hajj: 36).
 

Di momen Idul Adha kemarin, saya sengaja tidak pulang kampung, karena memang liburnya hanya satu hari. Orang-orang lainnya pasti demikian juga. Tidak mudik atau pulang kampung di momen Idul Adha. Karena tetap di Bandar Lampung (tidak mudik), saya memutuskan silaturahim ke teman dan sahabat disini. Silaturahim layaknya lebaran. Alhasil, dari silaturahim-silaturahim itu, saya mendapat tujuh plastik daging hewan qurban (4 Kg daging sapi dan 3 Kg daging kambing). Banyak yah... sempat bingung mau dimasak apa. Akhirnya, 3 Kg nya direndang dan dibagikan ke kerabat sekitar. Sampai sekarang, di kulkas masih ada satu plastik lagi daging kambing. Bingung mau diapakan.

Beruntungnya Rumah Zakat dengan terobosan baru, mengawetkan daging-daging hewan qurban agar tidak mubadzir dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang.

Bagaimana hewan qurban diproses?

Rumah Zakat memberdayakan masyarakat sekitar Probolinggo, Jawa Timur dalam berternak hewan qurban. Setiap hari hewan diberi pakan olahan berupa “komplit vit” yang terdiri dari jagung, dedak, tumpi atau kulit ari jagung juga edamame atau kacang-kacangan. Hewan-hewan tersebut juga dicek kesehatannya secara berkala. Bila ada hewan yang sakit, hewan itu dipisahkan dari hewan lainnya hingga dinyatakan kembali sehat.
Sumber: instagram Rumah Zakat
Setelah tiba waktunya, yakni tanggal 10 Dzulhijjah dan 3 hari tasyrik, hewan-hewan tersebut disembelih. Satu persatu hewan disembelih sesuai syari'at dan disebutkan nama-nama pequrban. Ada beberapa tim yang dibentuk dalam pelaksanaan pengelolaan hewan qurban ini. Ada tim penyembelihan hewan, tim pemisahan tulang dengan dagingnya (kloning), ada tim lain pula yang membersihkan daging hewan yang siap diolah.

Diolah menjadi apakah hewan-hewan qurban?

Daging qurban yang telah dibersihkan diolah menjadi olahan kaleng, yakni varian kornet dan rendang. Awalnya, hewan qurban tersebut hanya diolah menjadi kornet dengan varian kambing dan sapi. Namun bukan Rumah Zakat bila tidak terus bertransformasi menjadi lebih 'kekinian'. Dua tahun belakangan ini, Rumah Zakat menambah varian hewan qurban menjadi makanan terlezat di dunia (versi CNN), yakni rendang.

Ya, daging hewan qurban akan diproses menjadi kornet dan rendang yang dikemas dalam olahan kaleng (Superqurban). Kornet dapat bertahan dalam waktu 3 tahun sedangkan rendang dapat bertahan dalam waktu 2 tahun.
Sumber: www.rumahzakat.org

Bolehkah Menyimpan daging qurban lebih dari 3 hari?
Salamah bin Al-Akwa berkata: Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda, ”Siapa yang menyembelih qurban maka jangan ada sisanya sesudah tiga hari di rumahnya walaupun sedikit.” Tahun berikutnya orang-orang bertanya: “Ya Rasulullah apa kami harus berbuat seperti tahun lalu?” Nabi  Shalallahu 'alaihi wassalam menjawab, ”Makanlah dan berikan kepada orang-orang dan simpanlah sisanya. Sebenarnya, tahun lalu banyak orang yang menderita kekurangan akibat paceklik, maka aku ingin kalian membantu mereka” [HR Bukhari No.569, Muslim No.1974].

Bagaimana pemanfaatan dan pendistribusian Superqurban?

Superqurban dapat menjadi solusi pangan dan menjadi energi berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia. Makanan siap santap ini sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di paling pelosok Indonesia bahkan masyarakat pengungsian di Suriah ataupun di Palestina.
Sumber: instagram Rumah Zakat: Distribusi Superqurban di pelosok Kalimantan
Sumber instagram Rumah Zakat: Distribusi Superqurban dari Sabang-Merauke
Sumber instagram Rumah Zakat: distribusi Superqurban di Yordania, Suriah, dan Palestina
Mengapa Superqurban efektif dalam siaga pangan?

Coba bayangkan bila di suatu daerah tengah terjadi musibah. Peperangan, pengungsian yang tidak memungkinkan ada aktivitas masak-memasak disekitar, atau bencala alam seperti gempat dan tsunami seperti yang baru-baru ini terjadi. Dengan hadirnya Superqurban, warga yang kelaparan dapat langsung menyantap Superqurban tanpa harus memasaknya terlebih dahulu. Praktis dan memenuhi kebutuhan gizi. Seperti bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala beberapa waktu lalu, Rumah Zakat bekerjasama dengan mitra telah mengirimkan 30 ton Superqurban.

By the way, omong-omong soal gizi, anak-anak dalam masa pertumbuhan sangat membutuhkan gizi seimbang, termasuk gizi hewani. Maka, Superqurban adalah olahan yang sangat pas bagi masyarakat pelosok yang membutuhkan, terutama anak-anak untuk kecerdasannya.

#reviewproduk
#nonfiksi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar