Selasa, 16 Oktober 2018

Tips Mengatasi Block-Writing


Menulis itu aktivitas yang susah-susah gampang. Bukan hanya sekadar menggerakkan pena ke atas kertas putih. Bukan pula sekadar menekan papan tuts yang ada di laptop. Menulis adalah persoalan ide yang ada di pikiran juga persoalan perasaan yang ada di dalam hati.

Menulis bisa jadi sangat sulit ketika seseorang tidak memiliki inspirasi atau sekadar tema tentang apa yang akan dituliskannya. Para penulis sering mengistilahkannya sebagai ‘Block-writing’. Block-writing atau tulisan mandeg adalah momok menakutkan para penulis. Namun, kita dapat mengantisipasinya sehingga tidak berlangsung berlarut-larut.
Berikut tips mengatasi block-writing.

1.  Jalan-jalan
Dulu saya sempat heran mengapa para penulis sangat senang jalan-jalan. Bahkan ada istilah travel-writer. Akhirnya kini saya menyadari bahwa aktivitas jalan-jalan adalah penunjang bagi si penulis. Karenanya, ia dapat melihat dunia luar lebih dekat. Merasakan langsung berbagai peristiwa. Mengeja  cerita-cerita baru.

Nah, bila kamu saat ini sedang mengalami block-writing, maka tidak ada salahnya menyempatkan diri untuk jalan-jalan. Berkunjung ke berbagai tempat menarik atau wisata bisa jadi pilihan yang sangat tepat.

2.  Tulis apa saja yang ada dipikiranmu
Tidak punya ide menulis bisa jadi karena kondisimu sedang bad mood, banyak pikiran, tidak fokus, atau hal lainnya yang meresahkan. Saran saya, tulis saja. sambung saja dengan paragraf yang terhenti tadi. Misal; Hari ini saya sebal sekali, mengapa banyak orang membuat saya marah. Mereka tidak tahu apa kalau saya sedang ingin istirahat, tidak mau diganggu. Padahal tulisan yang sedang kamu tulis adalah tentang Romance. Nah bisa jadi ini dikaitkan dalam bagian atau paragraf lainnya dalam karya fiksimu itu.

3.  Jangan mengedit tulisan sebelum selesai
Tulisan memang memiliki pola tersendiri agar maknanya lebih terasa. Pun agar pesan dalam tulisan dapat dengan mudah tersampaikan kepada pembaca. Namun mengedit saat penulisan belum selesai dapat mengacaukan jalan ceritanya. Tuliskan saja runut sesuai ide yang akan kamu tulis. Karena bisa jadi ide itu tiba-tiba akan hilang, sedangkan kamu belum sempat untuk menuliskannya. Setelah ide-ide dikepala sudah ditulis semua, kamu baru boleh mengeditnya.

4.  Membaca
Aktivitas membaca memang erat kaitannya dengan menulis. Bisa dikatakan mustahil bila penulis tidak pernah membaca. Minimal dia membaca hasil tulisannya sendiri. Nah, untuk mendapatkan ide-ide baru yang segar atau tidak sempat terpikirkan, membaca bisa menjadi jalan keluarnya. Kamu bisa memodifikasi ide cerita dari buku tersebut menjadi karyamu.

Itulah tips sederhana dari seorang penulis pemula seperti saya. Hal-hal itu pula yang sering saya lakukan ketika sedang buntu menulis. Semoga bermanfaat...

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar