Minggu, 07 Oktober 2018

Teruntukmu, Sang Penerus Risalah Bag. II


Ketika zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, ada seorang wanita tua yang biasa menyapu masjid Nabawi. Radhiyallahu Anha. Tak ada yang mengetahui namanya. Pada suatu hari ia menghilang secara misterius lalu ada kabar bahwa mungkin dia meninggal. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepada para sahabat "Kemana dia ?" Lalu beliau menangis karenanya dan beliau memberinya doa dan pujian untuknya. Padahal tidak ada yang datang kepada halaqahnya. Dia tidak melakukan sesuatu hal yang besar. Bahkan tak ada yang tau namanya. Tapi dia sangat sukses hingga membuat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam merindukanya dan beliau berdoa untuknya.

Jangan menganggap kecil apa yang dirimu lakukan untuk agama ini. Tak ada yang sia-sia meski dirimu hanya menuliskan daftar hadir peserta, atau meng-copy paste kan pesan. Apapun jabatan strukuturalnya, apakah hanya seorang sukarelawan, seorang sekretaris, bendahara, bahkan anggota biasa. Tapi apa yang bisa dilakukan untuk melancarkan dan menyukseskan kajian ini.

Saat dirimu bergabung dahulu,  bukan untuk meraih jabatan organisasi. Tetapi untuk bisa lebih berkontribusi dan mengabdi kepada agama. Pun siapa ketuanya, siapa MC, siapa bendahara, siapa sekretaris, siapa yang bertanggung jawab, siapa imamnya, hanyalah struktural saja. Pada akhirnya, jika semua tulus mengerjakanya karena Allah, antara mubaligh yang berbicara di depan dan seorang yang membantu membersihkan masjid, tiada yang tahu siapa yang diberi pahala lebih banyak oleh Allah.

Kelak ketika di yaumil hisab, dan saat malaikat melontarkan pertanyaannya tentang dihabiskan untuk apa masa mudamu? Kita dengan lantang menjawab bahwa masa muda kita dihabiskan untuk menegakkan kalimat Ilallah. Insya Allah.

Maka, jangan pernah berkecil hati, lakukanlah yang terbaik untuk agama ini. Semoga Allah 'Azza Wa Jalla menjadikan kita sebagai orang yang istiqomah menegakkan agama. Seberapapun kapasitasnya dan sebagai apapun takdir karir kita nantinya. 'Afwan minkum. Baarokallahu fiikum.

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar