Minggu, 07 Oktober 2018

Teruntukmu, Sang Penerus Risalah Bag. I


Bismillaah... 

Teruntukmu, saudara-saudaraku yang sedang mengembang amanah. Mengemban tugas mulia. Hanya segelintir orang saja yang rela mengerjakannya. Bayangkan, saat kuliah dulupun, kawan-kawan seangkatan saya jumlahnya ribuan. Namun yang bertahan sampai akhir tidak genap sejumlah jari tangan. Dan saya termasuk beruntung karena menjadi salah satu orang yang bertahan sampai akhir.

Teruntuk saudara-saudaraku..
Semoga tulisan ini dapat memberikan semangat berjuang.

Saudaraku, kita sedang belajar suatu yang besar disini. Kita sering membuat agenda-agenda seperti kajian atau mentoring bersama. Tapi tidak ada yang hadir, kecuali hanya sedikit. Mungkin jumlahnya lima sampai sepuluh orang. Kita menganggap itu sebuah kegagalan.

Kita menyusun acara ini bersama. Kita menyebarkan lembaran pamflet, membuat pengumuman, mengirimi SMS ke banyak orang, membanjiri dan memenuhi laman media sosial khalayak. Tapi tak banyak pula yang hadir. Ya, mungkin mereka cukup risih dengan tindakan kita. Benar-benar gagal rasanya bukan?

Saudaraku, apakah kita benar-benar gagal? Sebenarnya, melakukan berbagai usaha, bukan demi jumlah orang yang hadir. Tetapi melakukan berbagai usaha itu sebagai ibadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Hal itu bukanlah sebuah kegagalan. Walaupun hanya sedikit orang yang hadir, itu tetap sebuah kesuksesan. Karena melakukan pekerjaan tersebut teruntuk Allah 'Azza wa jalla. Kita berusaha melakukan sesuatu untuk menegakkan agama.

Saat dirimu berusaha melakukan segala tugas keagamaan hanya  untuk Allah, tidak ada hal lain yang membuatmu tertekan. Bahkan Allah memberitahu kepada Rasulullah "Laa Tahzan Alaihim." (Janganlah bersedih hati terhadap mereka. (QS. An-Nahl : 127, QS. An-Naml : 70, dan QS. Al-Hijr : 88). "Fa dzakkir innamaa anta mudzakkir." (QS. Al Ghasiyah : 21). “Teruslah beri peringatan, tugasmu hanya memberi peringatan”. Jangan pedulikan apa yang orang lain bicarakan, lakukan saja apa yang Allah perintahkan.

Inilah mentalitas pekerja Islam. Tidak penting dalam kapasitas apapun, baik dirimu hanya seorang sukarelawan; yang kerjanya hanya memindahkan barang-barang atau membantu membereskan masjid sebelum shalat Jum'at. Dalam kapasitas apapun dirimu membantu, mentalitas itu adalah 'Apapun yang saya kerjakan bernilai disisi Allah'.

Bersambung...

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar