Rabu, 03 Oktober 2018

Sebutir Pasir


Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary pernah ditanya wartawan tentang hal apa yang paling ia takuti saat menjelajahi alam. Dia mengaku tidak takut pada binatang buas, bongkahan es raksasa, jurang yang terjal, bahkan padang pasir yang luas dan gersang sekalipun!

Wartawan heran, lalu bertanya, “Lantas apa yang Anda takutkan?”
Sang penjelajah menjawab, “ Sebutir pasir yang terselip disela-selai jari kaki.” Wartawan semakin heran. Lalu sang penjelajah kemudian melanjutkan kata-katanya. “Sebutir pasir yang masuk kesela-sela kaki sering sekali menjadi malapetaka. Ia bisa masuk melalui celah-celah kulit dan menelusup lewat kuku. Lama-lama kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tak disadari, kaki pun sulit untuk digerakkan. Itulah malapetaka bagi penjelajah sebab ia harus ditandu karena itu.”

Harimau, beruang, dan buaya, meski buas, adalah binatang yang secara naluriah takut kepada manusia. Sedangkan menghadapi jurang yang terjal dan garangnya padang pasir, tentu sang penjelajah memiliki persiapan yang memadai. Tetapi jika menghadapi sebutir pasir yang akan masuk ke jari-jari kaki, seorang penjelajah tidak mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikan.

***
Source: nafsany.cc
Apa yang dikatakan Hilarry, kalau direnungkan sebetulnya ada dua poin yang dapat kita ambil. Yakni mengabaikan dosa-dosa kecil dan kebaikan-kebaikan yang dianggap kecil.
Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba minuman keras, membicarakan keburukan orang lain, membully, dan lain sebagainya yang dinilai dosa kecil. Lama kelamaan orang yang melakukan dosa kecil tersebut akan kebablasan dan akhirnya menjadi kebiasaan. Kalau sudah menjadi kebiasaan, dosa kecil itupun akan meningkat kadarnya dan berubah menjadi dosa besar yang sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain. 

Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari dosa-dosa kecil itulah, Nabi SAW mewanti-wanti agar umatnya tidak mengabaikannya dan tidak melupakan  kebaikan-kebaikan meskipun terlihat kecil.

Dalam sebuah kisah diceritakan seorang pelacur akhirnya masuk surga lantaran memberi minum dengan ikhlas kepada seekor anjing yang kehausan di padang pasir. Perbuatan yang cenderung dinilai kecil dimata manusia, ternyata bernilai besar dihadapan-Nya.

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar