Senin, 08 Oktober 2018

Perut Mules


Suatu hari ada seorang wanita cantik. Rambutnya tergerai panjang dan berwarna pirang. Memakai sunglasses dan berbusana biru laut.

Ia berjalan kaki melewati zebra cross dan menuju sebuah restaurant. Restaurant yang terkenal elit dan berkelas.

Ia memesan sushi dan soft drink. sambil menunggu pelayan memberikan pesanannya, wanita itu mengambil hape dari dalam tas dan 'autis' dengan hape nya. Ia menggeleng-gelengkan kepala seirama.

Sepuluh menit berlalu, pesanannya pun belum juga datang. Tetapi wanita itu tidak menghiraukannya. Ia tengah asyik dengan hapenya.

Tiba-tiba...
"Kruuuk... Kruuuk... " terdengar suara dari dalam perutnya. Ah, itu bukanlah suara lapar, melainkan suara perut mules.

"Tuuuuut...."

"Tuuut... Tuuuutt... Tuuuuut...." akhirnya ia buang gas (baca: kentut) berkali-kali. Ia tidak bisa menahan. Ia mengamati orang sekitar yang sedang makan.

"Syukurlah orang lain tidak mendengarnya," gumam wanita itu dalam hati.

"Tuuuuut...." suara kentut kali ini yang terbesar. Ia akhirnya lega.

Lalu tidak lama, pesanannya datang. Pelayan meletakkan makanannya ke atas meja. Lalu pelayan tersebut mengebas tangannya ke hidung. Kening dan hidungnya tampak mengkerut. Semua mata menuju wanita cantik itu. Mereka semua memegangi hidung dan melihatnya dengan perasaan jengkel.

Wanita itu akhirnya menyadari, bahwa sedari tadi dia menggunakan headset dengan musik yang keras. Ia fokus mendengarkan suara musik dari headset, padahal orang-orang sekitar mendengar dengan sangat jelas suara akibat perut mules itu.

Wanita itu menutup wajahnya dengan tas yang dia bawa. Mungkin tak berani melanjutkan makan siangnya. Hahaa...

Pesan moral:
Jangan 'autis' di keramaian dan tempat umum yaa, jangan sampai cerita ini malah menimpamu.. Hihiii

#odopbatch6
#onedayonepost
#TantanganODOP5
#Komedi
#fiksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar