Kamis, 11 Oktober 2018

Krisis Lagu Anak

Sumber gambar: suara.com

Sore tadi, saya mengunjungi rumah adik kawan saya yang sedang sakit. Saya melihat dua bocah kecil, sekitar umur 4 atau 5 tahun. Mereka berdiri di atas sebuah meja sambil bernyanyi dan menari-nari.

Emang lagi manja
lagi pengen dimanja
pengen berduaan dengan dirimu saja...

Sebuah lagu dangdut yang sedang hits saat ini. Kedua bocah perempuan itu berlenggak dan bergaya genit. Aku memerhatikan mereka dari kejauhan. Tak hanya itu, mereka lanjut dengan lagu yang lain.

Ayo kita, goyang dua jari
biar kita happy
goyang sampai pagi...

Saya saja tidak tahu lagunya. Saya mencoba browsing dan ternyata gaya anak tersebut meniru artis video klipnya. Saya speechless. Entah bagaimana harus mengungkapkan fenomena ini. 

Saya masih ingat ketika usia anak-anak dahulu. Kita tentu sering mendengar lagu Bintang Kecil, Pelangi-Pelangi, Abang Tukang Bakso, Diobok-obok, dan sederet lagu anak-anak lainnya yang lucu. Betapa menyenangkan pada masa itu. 

Coba sebutkan beberapa lagu anak-anak diera sekarang? Ada?

Ada penyanyi cilik. Lagunya seperti ini;

Kau bidadari turun dari surga dihadapanku, eeaa...

Memang penyanyinya penyanyi cilik, namun konten lagunya apakah sesuai dengan usianya? saya rasa tidak. liriknya tentang percintaan, mulai tertarik kepada lawan jenis, padahal masih anak bau kencur.

Lebih mirisnya lagi, para orangtua membiarkan atau bahkan mendukung tingkah polah anak-anak tersebut. Alasannya karena lucu dan gemas. Padahal, musik dan lagu-lagu yang sering kita dengarkan memiliki efek bagi perkembangan kepribadiaan seseorang. Efek tersebut bisa saja memiliki efek positif atau efek negatif, bergantung pada liriknya.

Suatu hari, David Robson, penulis artikel BBC Future, ditanya, Mengapa musik dapat menyasar langsung ke emosi kita? Robson menjawab, “Siapa yang belum pernah merasa sebuah lagu merasuk dalam ke hati? Apakah itu ketika merasa gembira luar biasa ketika menari di klub atau ketika menangis sendirian ditemani lagu balada yang memelas hati. Musik dapat menembus jantung kita, mengungkapkan emosi yang jauh lebih ampuh daripada kata-kata apa pun".

Oleh sebab itu, kita harus berhati-hati memilah dan memilih lagu untuk anak. Jangan biarkan mereka mendengar lagu-lagu dewasa atau berkonten negatif. Karena seperti yang telah dijelaskan bahwa musik yang terus menerus didengar, dapat memengaruhi kepribadian. Terlebih pada seniman musik, agar bisa menciptakan lagu anak-anak yang edukatif dan menarik, sehingga anak-anak kita dapat merasakan indahnya dunia anak-anak.

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar