Jumat, 12 Oktober 2018

Kekuatan Pujian

Sumber gambar: medhyhidayat.com
Ini kisah tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa, wanita bersuara merdu. Dia bersuamikan seorang pemusik sekaligus pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada, pitch, irama, dan hal lain dibidang musik, sehingga dengan mudah ia bisa menemukan apa saja yang harus dikoreksi ketika istrinya bernyanyi.

Kalau istrinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti ini; bagian depan kurang tinggi. Lain waktu dia berkomentar, bagian ini terlalu rendah. Dilain kesempatan dia berkata, bagian akhirnya harusnya naik sedikit, dan seterusnya. Selalu saja ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau istrinya sedang menyanyi dan bersenandung. Tak pernah benar dimatanya. Istrinya menjadi malas untuk menyanyi. “Wah, tidak usah bernyanyi saja sekalian bila selalu semua salah, tidak ada yang benar.” Malah seringkali berujung pertengkaran diantara keduanya.

Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami akhirnya meninggal dunia. Telah lama menjanda, wanita itu akhirnya menikah lagi. Ia menikah dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu tentang musik. Yang ia tahu hanyalah suara indah istrinya saat menyanyi dan ia kerap kali memuji sang istri.

Menyanyi sudah mendarah daging dalam tubuh sang istri. Suatu ketika sang istri bertanya kepada suaminya, “Pak, bagaimana laguku?”

Sang suami menjawab dengan antusias, “Ma, saya ini selalu ingin cepat pulang karena mau mendengar engkau menyanyi.”

Lalu lain waktu sang suami berkata, “Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena bunyi dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa, bunyi gesekan pipa ledeng yang saya dengar sepanjang hari saat bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi, lagumulah yang selalu terngiang-ngiang dalam tidurku.”

Istrinya sangat bersuka cita. Ia merasa sangat tersanjung. Hal itu membuat dia semakin gemar menyanyi. Mandi dia bernyanyi, memasak dia bernyanyi, tiada hari tanpa bernyanyi. Akhirnya tanpa disadari dia berlatih, berlatih, dan berlatih. Suaminya mendorongnya hingga dia memulai rekaman dan mengeluarkan album pertamanya. Album tersebut disambut baik oleh masyarakat.

Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal. Dia terkenal justru bukan saat suaminya ahli musik, tetapi saat suaminya tukang ledeng, yang memberi sedikit demi sedikit pujian saat ia bernyanyi.

Begitulah kekuatan pujian. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan, semangat untuk melakukan hal yang lebih baik dadn lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tinggi.

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar