Rabu, 03 Oktober 2018

Kehidupan di Pulau Bungin



Pulau Bungin. Sebuah pulau yang baru ditemukan dibatch ke-6. Di pulau ini ada kepala suku bernama Bunginis MS. Wijaya. Penjaga pulau Bungin, Lutfi Bunginouno, Setya Bunginouno, dan Sovia Bunginouno. Disana ada pula penghuni yang bernama Ezza Bungino, Tya Bungino, Taj Bungino, Risma Bungino, Inna Bungino, Ayu Bungino, Dairobi Bungino, Nurul Bungino, Danang Bungino, Doel Fattah Bungino, Mega Bungino, Erlissa Bungino, Dee Bungino, Youngster Bungino, Mutia Bungino, Fathin Bungino, dan Arina Bungino. Semua penghuni Pulau Bungin memiliki gelar Bungino untuk menandakan bahwa mereka adalah penghuni pribumi pulau tersebut. Bila terdapat penghuni yang tidak memiliki gelar Bungino, para penjaga pulau tak segan-segan meng-kick mereka jauh-jauh hingga sampai ke negeri antah berantah.

Aktivitas penghuni pulau setiap hari harus menyetorkan penemuan kata-kata. Ya. Ada banyak bahan-bahan yang harus mereka kumpulkan dan temukan. Mereka harus menemukan minimal 300 kata setiap hari. Mereka juga harus menghadapi tantangan yang diberikan setiap tujuh hari sekali. Keesokan harinya, Lutfi Bunginouno harus mengumumkan capaian masing-masing penghuni pulau, serta mengeluarkan dengan paksa penghuni pulau yang tidak menyetorkan kata sebanyak 3 kali. Itulah sebabnya penghuni pulau tiap pekan berkurang jumlahnya.

Hampir setiap malam penghuni pulau Bungin berkumpul dan jalan-jalan di dunia maya. Mereka menamainya dengan istilah ‘Blogwalking’. Mereka membawa perbekalan masing-masing ketika hendak berangkat jalan-jalan. Fathin Bungino tidak pernah ketinggalan mie beserta mangkuk untuk menemani perjalanannya. Ada lagi Nurul Bungino yang tampak keibuan sekali, yang sangat responsif kepada penghuni lainnya. Ada pula Ezza Bungino yang kadang-kadang out of the box dari bahasan, kadang pula tidak nyambung dengan tema yang sedang dibahas. Ada pula Dairobi Bungino yang kalem sekali di pulau, dan banyak pula yang tidak banyak berkomentar namun sangat telaten dalam tugas-tugas di pulau.

Setiap hari ketiga sampai kelima, para penghuni pulau berkumpul dengan penghuni pulau lainnya untuk berguru. Setidaknya agar tetap bertahan dalam perjuangan hidup di pulau, mereka harus berguru dan mengambil ilmu sebanyak-banyaknya. Tetapi penghuni pulau juga harus senantiasa awas, disana pun tidak luput oleh pantauan penjaga pulau Bungin, Lutfi Bunginouno yang lebih garang dari biasanya. Dia tidak membolehkan penghuni berisik selama berguru, bila tidak, salah-salah penghuni tersebut akan mendapat tanda silang atau kartu kuning dan tugas tambahan.

Walau demikian, penghuni pulau amat gembira ria dan menikmati proses selama di Pulau. Pembelajaran di pulau akan membawa mereka ke tempat yang indah suatu hari nanti. Ya. Setidaknya mereka percaya hal itu.

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar