Kamis, 25 Oktober 2018

Boleh Bercanda Asal Beradab

Source: Google
Bercanda telah menjadi bagian dari kehidupan sosial manusia. Hidup tanpa bercanda mungkin akan terasa hambar dan hampa. Bercanda juga dapat mengundang gelak tawa dan mencairkan suasana. 
 
Namun, Islam sebagai agama yang sempurna dan komprehensif telah mengatur adab bercanda, sehingga tidak akan mendzalimi atau mendatangkan kemudhorotan (keburukan). Adapun adab-adab bercanda adalah sebagai berikut:


Pertama, meluruskan niat. Niat atau tujuan bercanda adalah untuk menghilangkan kepenatan, perasaan bosan, menghilangkan ketegangan, ataupun menjalin keakraban satu sama lain. Sehingga diharapkan dari bercandaan ini dapat menjalin keakraban dan kekeluargaan yang lebih erat dan membangun suasana baru yang lebih semangat.

Kedua, bercanda tidak mengandung kata dusta. Rasulullah bersabda, " Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar." [HR. Ath-Thabrani].


Dalam hadits riwayat Abu Dawud No. 4338, Rasulullah bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa.”


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Utsman Ad Dimasyqi Abu Al Jamahir,…, dari Abu Umamah ia berkata, “Rasulullah bersabda: “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurauan, Dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” [HR Abu Dawud; 4167. An-Nawawi: Sahih Al-Albani: Hasan].


Ketiga, bercanda tidak untuk menyakiti. Kembali pada adab yang pertama bahwa niat bercanda adalah untuk menghibur bukan untuk menyakiti. Bercanda yang sampai menyebutkan kekurangan orang lain, baik secara fisik ataupun hal lainnya sehingga orang tersebut tersinggung. Maka hal ini dapat merenggangkan pertemanan atau persaudaraan, sehingga tidak boleh ada unsur menyakiti dalam bercanda.


Keempat, tidak menakut-nakuti orang lain. Telah menceritakan kepada kami [‘Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [‘Abdullah bin Yasar Al Juhani] dari [‘Abdur Rahman bin Abu Laila] berkata: telah menceritakan kepada kami [sahabat-sahabat Nabi ] bahwa mereka berjalan bersama Rasulullah  dalam suatu perjalanan lalu seseorang diantara mereka tidur, sebagian dari mereka mendekati anak panahnya lalu mengambilnya kemudian orang itu terbangun dan kaget, orang-orang tertawa kemudian Rasulullah  bersabda: “Apa yang membuat kalian tertawa?” mereka berkata: “Tidak, kami hanya mengambil anak panah orang ini lalu ia kaget. Rasulullah  bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim lain.” [HR. Ahmad no. 21986].

Kelima, tidak berlebih-lebihan dalam tertawa. saking lucunya, terkadang bercanda membuat orang lain tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya. maka tertawalah sewajarnya, jangan sampai berlebihan hingga membuat sakit mulut dan terdengar seperti suara keledai. Rasulullah bersabda, " Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati." [HR. Ibnu Majah No. 4183]

Keenam, tidak melecehkan kelompok tertentu. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 yang artinya, Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok, dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Ketujuh, tidak menjadikan Allah , Rasulullah , simbol agama, syiar serta segala hukum Allah menjadi bahan candaan. beberapa hari lalu saya sempat melihat video candaan yang viral diakun sosial media instagram. candaan tersebut mengolok-olok syari'at Islam. benar-benar sudah kehabisan bahan candaan. dan sebaiknya kita tidak ikut menertawakannya. semoga Allah mengampuni mereka dan kita terhindar dari aktivitas bercanda yang mengandung keburukan.

Wallahu a'lam.

#ezzatania
#odopbatch6
#onedayonepost


Tidak ada komentar:

Posting Komentar