Selasa, 30 Oktober 2018

Surat Cinta untuk Peje ODOP Batch 6

 Surat Cinta untuk Starla Peje ODOP Batch 6
“I never say Good bye, I just say we will Meet again” 
 
Ah. Aku bingung harus memulainya darimana. Kita bertegur sapa, berkenalan, dan mencoba memahami satu sama lain baru hitungan jari. Ya. Jari tanganku beserta 5 orang tambahannya (Hehe😁) Genaplah enam puluh hari lamanya kita bersama. Banyak perbedaan waktu, latar belakang, dan aktivitas, tidak membuat kita saling mendominasi atau memandang rendah lainnya. Semua memulai dari awal, merendahkan hati, dan belajar bersama-sama. Tidak ada yang merasa paling expert atau pun newbie dalam hal kepenulisan. Semua menyamakan diri menjadi newbie dan pembelajar, meski ada beberapa diantaranya sudah menelurkan buku. Semua saling berbagi informasi dan semangat.

Ahad kemarin, diumumkan bahwa kelas akan ditutup pada Selasa, 31 Oktober 2018 esok. Entah harus bahagia karena bisa bertahan sampai akhir, atau harus bersedih karena akan berpindah dari Pulau Bungin. Entahlah. Yang jelas, dikejar dan ditagih setoran tiap hari, tentu akan membuat ku rindu. Bahkan sampai terbawa mimpi. ‘Akan menulis apa lagi yah besok?’ bahkan setiap kali berangkat ke kantor, saya memikirkan ide-ide lain yang hendak ditulis. Ya. Setoran satu hari satu postingan memang membuatku cukup kelabakan. Biasanya aku menulis sesuka hati, kapan lagi pengen saja, atau kapan lagi mood saja. Tapi, setelah bergabung di ODOP, tentu menjadi tantangan tersendiri untuk terbiasa menulis setiap hari.

Ada lagi yang membuat ku merasa kehilangan. Tentunya para Peje pulau yang keren banget! Mereka tidak pernah bosan mengingatkan para penghuni agar setoran tugas segera diselesaikan. Mereka juga merekap link-link postingan para penghuni pulau agar tetap dalam target. Tidak bosan-bosan pula mereka menyemangati penghuni pulau sehingga dapat lulus semua.

Saya pernah sekali menjadi Momod bedah tulisan. Durasinya mungkin hanya dua jam. Itu saja sudah cukup ribet, karena harus membalas chat yang berkomentar, memoderatori para penghuni, atau pun meng-copy paste tulisan. Baru dua jam lho. Bagaimana dengan para penjaga pulau selama enam puluh hari yang tugasnya begitu? ‘Apakah mereka tidak punya kerjaan lain?’ Pernah membatin demikian. Namun ternyata mereka adalah orang-orang dengan segudang aktivitas dan super sibuk. Tapi begitulah totalitas dalam bertugas. Bukankah bila kita diberi amanah, harus diselesaikan dengan baik? Yes. I have to say, “You are very awesome. Thank you so much for being here, around us. Hope Allah blesses you all. Wish you luck, wish me luck, and wish us luck. Keep in touch each other. Thank you... thank you.. and thank you.. Baarokallahu fiik (Semoga Allah memberikan keberkahan pada kalian).


#tantanganodopspesial
#ezzatania
#odopbatch6
#onedayonepost

Makan Sayur, Siapa Takut?!


Source: Google
Banyak orang mengatakan, sayur itu nggak enak. Ada yang rasanya pahit, hambar, tawar, dan kalau pun dimasak, rasanya gitu-gitu aja, direbus atau tumis. Saya termasuk yang tidak menyukai sayuran. Tetapi belakangan ini, saya mengetahui bahwa sayuran menyimpan banyak manfaat. Oleh sebab itu,  mau tidak mau, suka atau tidak suka, bila ingin hidup sehat, saya tetap harus mengonsumsi sayuran. 

Sayuran banyak memberikan asupan gizi baik bagi tubuh kita. Sayuran hijau berfungsi membantu melawan infeksi dan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan, kekebalan tubuh, dan peredaran darah. Sayuran hijau mengandung klorofil, serat, lutein, zeaxanthin, kalsium, folat, vitamin C, dan beta karoten. Kandungan-kandungan tersebut mampu mengurangi resiko kanker, menurunkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol jahat, membantu pencernaan makanan menjadi lebih baik, mendukung kesehatan mata, melawan radikal bebas yang berbahaya, dan meningkatkan imunitas tubuh.

Begitu banyaknya manfaat sayuran, dan tentu kandungan tersebut dibutuhkan oleh tubuh kita, maka saya coba untuk menyiasatinya dengan berbagai olahan. Berikut olahan makanan dari sayuran yang enak, gampang, dan pasti kamu suka.

1. Pecel
Makanan tradisional yang satu ini memang mantap di lidah. Kolaborasi antara gurihnya kacang, harumnya jeruk purut, dan aneka sayuran memang sangat menggoda selera. Ini bisa jadi solutif bagi kamu yang nggak suka sayur. 
Source pic: Google

Bahan-bahan:
-          Kol; diiris tipis-tipis
-          Kacang panjang, potong sekitar 2-3 cm
-          Bayam, siangi
-          Tauge
-          Kangkung
-          Mentimun (pelengkap penyegar)

Bumbu:
-          Kacang tanah (digoreng)
-          Gula merah
-          Jeruk purut
-          Asam jawa (rendam dalam air hangat)
-          Kencur
-          Cabe rawit
-          Bawang putih
-          Garam

Cara membuat:
-          Rebus kol, kacang panjang, bayam, tauge, dan kangkung bergantian dengan air mendidih. Tiriskan, dan sisihkan.
-          Siapkan ulekan. Tumbuk halus bawang putih (1 porsi pecel 1 siung bawang putih), cabai rawit, seiris kulit jeruk purut,  kencur, dan garam
-          Setelah halus, masukkan kacang, haluskan kembali, kemudian tambahkan gule merah (sesuai selera), haluskan kembali. Masukkan air asam, aduk hingga semua bagian bumbu basah.
-          Terakhir, masukkan sayuran yang telah ditiriskan, campur rata dengan bumbu kacang.
-          Pecel sayur siap disajikan. Dengan kerupuk atau peyek kacang lebih nikmat.

Bila kamu berpikir cukup ribet untuk mengolahnya sendiri, ada juga koq bumbu kacang kemasan, jadi kamu hanya menyiapkan sayurannya saja. Serunya lagi, sayuran bisa kamu tambahkan jenis yang lain sesuai selera, tidak harus sayuran yang saya sebutkan diatas tadi yah.

2.      Martabak kentang dan wortel
Buat kamu yang suka makanan gurih, ini bisa jadi pilihan tepat bagi kamu untuk mencoba makan sayur.
Bahan-bahan:


-          Kulit lumpia
-          Jagung manis
-          Wortel
-          Kentang
-          Daun bawang
-          Telur ayam 1 butir
-          Garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara membuat:
Source pic: emaksuper.com
-          Jagung diserut. Wortel, kentang dipotong dadu berukuran kecil-kecil. Iris daun bawang.
-          Kukus jagung, kentang dan wortel.
-          Setelah matang, campur jagung, wortel, kentang dan irisan daun bawang kedalam mangkok. Tuangkan telur, aduk semua bahan hingga rata. Tambahkan garam dan penyedap rasa sesuai selera.
-          Siapkan per lembar kulit lumpia. Letakkan 1 sendok adonan sayur dan telur tadi keatas kulit lumpia. Lipat semua sisi sehingga adonan tidak keluar.
-          Siapkan wajan berisi minyak panas. Kemudian goreng martabak dengan api kecil. Goreng hingga menguning.
-          Martabak siap disajikan dengan saos cabai dan mayonais.

3.       Keripik bayam
Bahan-bahan:
-          Bayam yang jenis daunnya berukuran besar, petik ambil daunnya saja
-          Tepung terigu
-          Air secukupnya
-          Telur ayam 1 butir
-          Merica
-          Bawang putih digiling halus
-          Garam dan penyedap rasa

Source pic: Cookpad
Cara membuat:
-          Cuci bersih daun bayam, lalu tiriskan (upayakan daun bayam tidak sobek)
-          Campurkan tepung terigu, bawang putih, garam, merica, dan telur. Tuangkan sedikit air. Aduk sampai merata.
-          Balurkan perlembar daun bayam, lalu goreng dengan api sedang. Goreng sampai bayam berwarna kuning keemasan, dan tiriskan.
-          Keripik bayam siap disantap.

Sebenarnya ini adalah resep sederhana yang pernah saya coba. Masih banyak resep-resep lainnya, seperti omelet sayur, orak-arik kol/kubis, nasi goreng sayur, dan sayur panggang. Dan yang paling penting adalah setiap hari kita memasak sayuran dengan menu yang berbeda. Tujuannya agar tidak monoton dan bosan. Sehingga nafsu makan dan minat rutin memakan sayuran tetap terjaga, tubuh pun menjadi sehat. Tentu dibarengi dengan cukup berolahraga yah. Selamat mencoba!

Diikutsertakan dalam lomba menulis BION

#cappanahmerah #gobion2018 #generasimakansayurdanbuah
#ezzatania
#odopbatch6
#onedayonepost

Sabtu, 27 Oktober 2018

Cahaya

Photo by Ezza Tania
Maaf teman-teman.
Postingan ini kuhapus, sedang diikutsertakan dalam lomba puisi. Mohon doanya mudah-mudahan bisa menang.

Cinta Sederhana


Aku hanya ingin beribadah kepada MU
Sebagai rasa penebusan dosa yang selalu kuperbuat
kadang sadar kadang khilaf

Aku hanya ingin beribadah kepada MU
Sebagai rasa syukur atas nikmat yang tanpa henti KAU curahkan
entah dalam tangisku atau tawaku

Aku hanya ingin beribadah kepada MU
Sebagai rasa cinta
Meski tak sebesar cinta para pendahulu

Aku hanya ingin beribadah kepada MU
Walau dengan sedikit tetesan airmata
Dengan kalimat-kalimat suci penyejuk hati yang resah
Dengan bentangan sajadah di penghujung malam
Menyandarkan kepala yang sarat akan kalor-kalor magnet dunia

Izinkan ku terus menikmati indahnya hidayah ini
Sampai raga terpisah dari batinku
Jangan biarkan kalbuku layu, pudar, dan tak bernyawa
Beri selalu cahaya MU pada jiwa gersang ini
Izinkan terus begini,.
Pintaku...

#ezzatania
#odopbatch6
#onedayonepost

Jumat, 26 Oktober 2018

Ku Coba Mencintaimu dengan Benar


Sumber gambar: Canva

Ramadhan tiba. Semua umat muslim berbahagia, tidak terkecuali aku. pagi yang sejuk membangunkan ku dari tidur. ku tunaikan kewajibanku menghadap sang Illahi. Menopangkan dahiku dengan khusyuk di atas sajadah.

Aku Azizah. Seorang mahasiswi semester 3. Memasuki masa liburan, tapi tak bisa terlalu kunikmati. Aku masih punya bejibun agenda dan kegiatan kampus yang harus aku selesaikan. Juga urusan kampus, daftar ulang, dan lain-lain.

Pagi ini. Jadwal melahirkan Oti (panggilan kakak perempuan), kakakku lebih cepat 1 pekan dari prediksi dokter. Ia mulai mulas-mulas dan lemas. Aku harus mengantarnya ke rumah sakit. Aku menelepon ambulance dan pergi bersama kakakku.

Saat ini, aku tinggal bersama kakakku. Suaminya sedang bertugas ke luar kota dan beberapa hari akan pulang. Sedang orangtua dan sanak saudara kami yang lain, di kampung halaman. Aku tinggal bersama Oti dalam rantauan.

Beberapa jam kemudian, akhirnya keponakan pertamaku lahir. perempuan nan cantik dan lucu. "Sekarang aku menjadi anti.." gumamku senang.

Tidak lama, keluarga kami tiba di rumah sakit. Mereka pun berucap syukur, diiringi suara adzan maghrib, pertanda berbuka puasa. Karena tidak ada persiapan apa-apa, kami pun membeli makanan untuk berbuka puasa.

Ayam goreng, ikan tongkol, telur, dan beberapa jenis sayur kami pesan. selera makanku sedang tidaj baik. Aku pun makan seadanya, sepotong ikan tongkol kuambil dan tetap kutelan agar tetap ada asupan gizi untuk tubuh lelah ini.

Tak lama, aku merasa mual-mual dan pusing. Tubuhku serta merta lemas dan ingin terkulai. Wajahku makin putih karena pucat. "Ah apa yang terjadi padaku?" Aku menggumam lesu.

__bersambung__

#odopbatch6
#onedayonepost
#ceritabersambung

Ibunda


Sumber gambar: hipwee.com

Seorang anak kecil menangis meraung. entah apa maunya.
dipeluklah oleh ibunya. anak kecil berusia 19 bulan.
dalam pelukan ibundanya tercinta, ia masih saja menangis, matanya jadi merah dan pipinya makin kelimis karena basahan airmatanya.
tak lama, sang bayi mengompoli gamis ibunya.
ibunya yg telah rapi dan terjaga wudhunya, terpaksa harus mengganti pakaiannya dan berwudhu kembali.
sang ibu dg sabar mengelus rambutnya sambil berkata, "Sholihah, koq begitu, koq aleman.. hayoo, jangan nangis terus, nanti ga sholihah..." ucap sang ibu dg penuh kesabaran.

itulah ibu, rela diompoli bahkan berulang2, rela pipinya ditampar halus oleh tangan kecil kita.

Melihat itu, seketika aku membayangkan masa kecilku dulu. mungkin tidak jauh seperti yg sang anak lakukan.

ketika ku masih dalam kandungannya, ia berpayah2 membawaku kemana saja ia pergi, naik tangga turun tangga, berjalan, berdiri, duduk setiap hari hingga 9 bulan 10 hari

Aku membayangkan betapa lelahnya itu. bobotku tidak sekilo, bobotku 3 kilo yg dg setia ia bawa kemanapun pergi. membayangkannya saja aku sudah sesak.

Saat tiba masanya melahirkan, ia pertaruhkan hidup dan matinya, ia berusaha sekuat tenaga agar aku terlahir dg selamat walau begitu dahsyatnya sakit yg ia rasa. Ia bercucur peluh, ia kerahkan seluruh energinya, lagi -lagi diantara hidup dan matinya.

dan.. karena perjuangannya yg begitu luar biasa, aku terlahir.. menangis, merenta-renta gemulai halus tak berdaya. sedang ia tersenyum, ia lupa bagaimana sakitnya beberapa menit sebelum itu..

saat ku terlahir masih saja merepotkannya.
ia rela terjaga sepanjang malam, menepoki nyamuk2 kecil yg menggangguku, memberiku makan setiap kali aku lapar, yg tidak pernah terprediksi kapan waktunya.
Ia sabar meladeni suara tangisanku yg mampu memekikkan gendang telinga, "cup.. cupp.. sayang.. laper ya? banyak nyamuk ya?" ucap ia manja seolah2 aku memahami, dan aku memang memahaminya melalui IlhamNya.

dan ia tetap terjaga walau matanya telah memerah menahan kantuk yg sangat.

Dalam ketidakberdayaanku, ketidaktahuanku, ia ajari banyak hal hingga aku tumbuh besar dan pandai. Ia beri segalanya, waktunya, energinya, materinya, yg ia harap hanya sebaris senyum bahagia dari anaknya.

Kasih sayangnya sepanjang masa
Aku disayang dari kandungan, bayi hingga sekarang bahkan hingga ia akhirnya tiada

Cintanya tulus ikhlas dan suci, sesuci embun di subuh hari
Ia telah memaafkan walau kita belum memintanya
Ia sabar meski kenakalan2 kita membuncah dadanya dan meng-istighfari perilaku kita
Ia selalu perhatian meski kita sering melupakannya

Oh Ibu..
Wajar saja jika Surga di bawah telapak kakimu

Oh ibu, ingin kusampaikan, aku merindukanmu...

#odopbatch6
#onedayonepost


Kamis, 25 Oktober 2018

Boleh Bercanda Asal Beradab

Source: Google
Bercanda telah menjadi bagian dari kehidupan sosial manusia. Hidup tanpa bercanda mungkin akan terasa hambar dan hampa. Bercanda juga dapat mengundang gelak tawa dan mencairkan suasana. 
 
Namun, Islam sebagai agama yang sempurna dan komprehensif telah mengatur adab bercanda, sehingga tidak akan mendzalimi atau mendatangkan kemudhorotan (keburukan). Adapun adab-adab bercanda adalah sebagai berikut:


Pertama, meluruskan niat. Niat atau tujuan bercanda adalah untuk menghilangkan kepenatan, perasaan bosan, menghilangkan ketegangan, ataupun menjalin keakraban satu sama lain. Sehingga diharapkan dari bercandaan ini dapat menjalin keakraban dan kekeluargaan yang lebih erat dan membangun suasana baru yang lebih semangat.

Kedua, bercanda tidak mengandung kata dusta. Rasulullah bersabda, " Sesungguhnya aku juga bercanda, namun aku tak mengatakan kecuali yang benar." [HR. Ath-Thabrani].


Dalam hadits riwayat Abu Dawud No. 4338, Rasulullah bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa.”


Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Utsman Ad Dimasyqi Abu Al Jamahir,…, dari Abu Umamah ia berkata, “Rasulullah bersabda: “Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurauan, Dan aku juga menjamin rumah di surga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik.” [HR Abu Dawud; 4167. An-Nawawi: Sahih Al-Albani: Hasan].


Ketiga, bercanda tidak untuk menyakiti. Kembali pada adab yang pertama bahwa niat bercanda adalah untuk menghibur bukan untuk menyakiti. Bercanda yang sampai menyebutkan kekurangan orang lain, baik secara fisik ataupun hal lainnya sehingga orang tersebut tersinggung. Maka hal ini dapat merenggangkan pertemanan atau persaudaraan, sehingga tidak boleh ada unsur menyakiti dalam bercanda.


Keempat, tidak menakut-nakuti orang lain. Telah menceritakan kepada kami [‘Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [Al A’masy] dari [‘Abdullah bin Yasar Al Juhani] dari [‘Abdur Rahman bin Abu Laila] berkata: telah menceritakan kepada kami [sahabat-sahabat Nabi ] bahwa mereka berjalan bersama Rasulullah  dalam suatu perjalanan lalu seseorang diantara mereka tidur, sebagian dari mereka mendekati anak panahnya lalu mengambilnya kemudian orang itu terbangun dan kaget, orang-orang tertawa kemudian Rasulullah  bersabda: “Apa yang membuat kalian tertawa?” mereka berkata: “Tidak, kami hanya mengambil anak panah orang ini lalu ia kaget. Rasulullah  bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim lain.” [HR. Ahmad no. 21986].

Kelima, tidak berlebih-lebihan dalam tertawa. saking lucunya, terkadang bercanda membuat orang lain tertawa terpingkal-pingkal dibuatnya. maka tertawalah sewajarnya, jangan sampai berlebihan hingga membuat sakit mulut dan terdengar seperti suara keledai. Rasulullah bersabda, " Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati." [HR. Ibnu Majah No. 4183]

Keenam, tidak melecehkan kelompok tertentu. Dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 yang artinya, Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok, dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk setelah beriman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Ketujuh, tidak menjadikan Allah , Rasulullah , simbol agama, syiar serta segala hukum Allah menjadi bahan candaan. beberapa hari lalu saya sempat melihat video candaan yang viral diakun sosial media instagram. candaan tersebut mengolok-olok syari'at Islam. benar-benar sudah kehabisan bahan candaan. dan sebaiknya kita tidak ikut menertawakannya. semoga Allah mengampuni mereka dan kita terhindar dari aktivitas bercanda yang mengandung keburukan.

Wallahu a'lam.

#ezzatania
#odopbatch6
#onedayonepost