Minggu, 23 September 2018

Sepatu Tanjung Sari



“Mudah-mudahan Allah memberikan pahala dan kebaikan yang berlimpah” ucap seorang ibu kepadaku.


Senyum anak-anak dan para ibu yang mengembang, rasanya sudah mengobati rasa lelah kami. Perjalanan sekitar satu setengah jam dan kondisi jalan yang bergelombang hingga membuatku mual,  menjadi tidak berarti.

Desa Tanjung Sari. Lokasi yang kami pilih dalam Program Sepatu Sekolah untuk Yatim. Tanjung Sari merupakan desa yang ada di Lampung Selatan. Tanjung Sari ada dua wilayah yang bernama sama. Kecamatan Tanjung Sari Kelurahan Wawasan dan Kecamatan Tanjung Sari Kelurahan Tanjung Sari. Meski memiliki nama yang sama, jarak antara keduanya sekitar dua setengah jam yang diapit ibukota, Bandar Lampung.

Di dua wilayah ini kami membawa amanah dari para donatur yang dermawan yang dititipkan melalui lembaga Rumah Zakat Lampung. Saya dibantu oleh empat orang relawan untuk pendistribusian di Wawasan pada hari sabtu kemarin.

Perjalanan kami tempuh dengan kendaraan motor. Ibu-ibu dan anak-anak sudah bersiap menyambut kedatangan kami. Tak lama, kegiatan dimulai lalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan dan kelas parenting. Selanjutnya pendistribusian sepatu anak-anak. Senyum yang sumringah dan doa-doa yang terucap membuat kami semakin semangat. 

Khoirul salah satu penerima manfaat Sepatu yatim juga turut bersyukur. “Biasanya sekolah pakai sandal” ucap Khoirul terharu.

Dokumentasi: Penyerahan sepatu kepada Khoirul
Dokumentasi: Farel dan Anggita sedang membuka sepatu
Khoirul Mustaqim adalah seorang remaja SMA. Ia telah menjadi yatim piatu sejak kecil. Ia tinggal bersama embah (nenek) nya. Irul nama sapaannya, memiliki semangat belajar yang kuat. Ia juga sudah menghafal 1 juz Al Qur’an. Ada lagi anak-anak lainnya, Anggita dan Farel, yang langsung mencoba sepatu yang telah diberikan. Syukur pun terucap.

Ahad yang cerah. Pagi ini saya melanjutkan penyaluran sepatu yatim bersama Bu Pon, warga setempat. Bu Pon wanita yang semangat.Ia sangat suka membantu orang-orang yang kesusahan. Oh ya, sebelum kami menyalurkan sepatu di Kelurahan Tanjung Sari, sehari sebelumnya kami berdua Bu Pon terlebih dahulu blusukan, mencari anak-anak yatim yang belum mendapat bantuan. Dengan kendaraan motor, kami berjibaku dengan jalan-jalan yang cukup terjal dan bebatuan pasir yang licin. Sesekali kami letakkan motor dan berjalan kaki untuk mendatangi rumah-rumah calon anak yang akan diberikan sepatu tersebut.

Mendatangi rumah ke rumah, mendengar cerita dari para masyarakat, rasanya saya harus lebih banyak lagi bersyukur. Bersyukur dengan hidupku sekarang. Kedua orangtua yang masih lengkap dan hidup dalam kecukupan. Setidaknya saya belajar banyak dari para dhuafa, dalam kesederhanaan hidup, mereka masih tersenyum lebar untuk menghadapi segala tantangan hidup yang ada.

Dokumentasi: Foto bersama anak yatim Kelurahan Tanjung Sari
Akhirnya, tugas pun telah selesai dengan rasa bahagia.

#odopbatch6
#onedayonepost




Tidak ada komentar:

Posting Komentar