Rabu, 26 September 2018

Sepasang Bola Mata II


Bagian II
Ilustrasi: https://segredosdomundo.r7.com

Bayangan-bayangan yang Angela lihat, adalah kejadian dua puluh tahun yang lalu. Dua anak kecil itu adalah adik Tante Mayang, sedangkan kakek dan ibu tua itu adalah kakek dan neneknya. Mereka dibunuh. Pelakunya tidak lain adalah ayah tiri Tante Mayang. Kejadian itu baru terungkap setelah dua puluh tahun. Tante Mayang semakin yakin bahwa pelakunya adalah ayahnya, itu karena cerita Angela melalui penglihatannya.

"Ayla" ucap Tante Mayang.

Ayla duduk di ruang tamu rumahnya. Tante Mayang berkunjung ke rumah sepekan setelah kejadian aneh yang dialami oleh Angela di rumah Tante Mayang.

"Ay, aku mengucapkan terima kasih, Angela mau menceritakan semua kejadian dua puluh tahuh itu. Akhirnya aku puas karena telah mengetahui pelaku sebenarnya." ucap Tante Mayang.

"Aku juga bingung May, mengapa Angela bisa melihat kejadian dimasa lalu. Bahkan dia juga pernah menngungkapkan pencurian perhiasanku tempo hari, yang ternyata pelakunya adalah Mbok Jum, asisten rumah tangga kami sendiri." cerita Ayla.

"Secara ilmu psikologi, tidak ada yang aneh pada Angela. Ia sama seperti anak seusianya. Hanya saja mungkin Angela dianugerahi indera keenam. Bisa melihat makhluk gaib dan bisa melihat kejadian-kejadian ganjil ditempat-tempat tertentu." ungkap Tante Mayang.

"May. Meski orang mengatakan ini adalah kelebihan, aku tidak menginginkannya. Aku ingin Angela sama seperti teman-temannya. Ceria, lugu, polos, tidak memikirkan hal-hal berat semisal ini. Aku kasihan melihatnya.” ucap Ayla, hampir-hampir air matanya menetes.
“Hampir setiap malam ia bermimpi buruk. Setiap kali aku membawanya pergi, ia selalu menemukan keganjilan-keganjilan di tempat-tempat yang kami kunjungi. Dia kehilangan masa kecilnya, May." Tambah Ayla. Airmatanya kini tak terbendung, tumpah dan membasahi pipi tirusnya.
"Iya, Ay. Aku paham. Tapi seiring berjalannya waktu, Angela akan terbiasa dan tidak lagi terbebani. Ia hanya butuh penyesuaian dengan kondisinya yang berbeda. Biarlah, Ay. Dia bisa mengungkapkan banyak hal dan menolong orang lain suatu hari nanti." Ucap Tante Mayang menenangkan Ayla.

"May. Bagaimanapun juga, aku ingin dia tumbuh sewajarnya. Aku mohon tolonglah Angela." Pinta Ayla.

"Akan kucoba" ucap Tante Mayang meyakinkan.

Pagi itu matahari tampak mendung. Langit tampak gelap, hari akan hujan.

"Ayah, jangan pergi!!" teriak Angela menuruni anak tangga, mengejar ayahnya yang hendak pergi.

"Princess Ayah." ucap ayahnya sambil memeluk Angela.

"Ayah mau ke Singapura, sayang. Nanti ayah belikan boneka Barby yang banyak yah.." rayu ayahnya.

"Tidak, ayah! Angela nggak mau ayah pergi, pokoknya ayah tetap disini!" ucap Angela.

"Loh kok gitu? Anak ayah yang pintar dan cantik, ayah cuma pergi dua hari kok, nanti ayah video call ya kalo sudah sampai." hibur ayahnya.

"Kalo ayah pergi, Angela ngambek sama Ayah! Angela nggak mau makan! Titik!" ucap Angela dengan nada agak marah.

Ayah Angela bingung. Ia tahu sekali bila anaknya telah marah ia rela tidak makan berhari-hari. Ayahnya memutuskan untuk menunda perjalanannya dan menelepon karyawannya untuk memesan tiket pesawat sore nanti.

"Ya, sudah, ayah pagi ini tidak berangkat. Ayah temani Angela ke sekolah, tapi setelah itu Angela izinkan ayah untuk berangkat nanti sore. Deal?" tawar ayahnya sambil mengacungkan kelingking kanannya.

"Hmm... Oke deh." ucap Angela, menggandengkan kelingkingnya ke jari ayahnya.

Tak lama terdengar kabar bahwa pesawat yang tadinya akan membawa ayahnya pergi ke Singapura mengalami kecelakaan. Semua penumpang dilaporkan hilang.

BERSAMBUNG...

#odopbatch6
#onedayonepost 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar