Selasa, 18 September 2018

RINDU

Photo by Ezza Tania

"Ukhti... Sebaiknya bukan begitu"

Ah, rindu sekali rasanya
Rindu pada masa masa itu
Rindu sekali dinasihati
Hati menjadi mawas,
Karena nasihatmu yang cerdas

Ukhtii... Masih ingatkah antunna???

Kala itu,
Kita tergopoh-gopoh mencari dana untuk kegiatan
Kala itu,
Kita berpeluh peluh menghadirkan banyak mahasiswa dalam kajian
Kala itu,
Kita berpayah payah memikirkan bagaimana suksesnya kegiatan
Kala itu,
Kita berduyun duyun duduk di majelis ilmu
Kala itu,
Kita terus menerus mendekat pada guru
Kala itu,
Kita saling bahu membahu dalam syuro' yang pesertanya hanya itu itu
Kala itu,
Kita bersemangat menghidupkan qiyamulail dalam malam malam semu
Kala itu,
Basahan air wudhu menjadi make up sejati pada wajah sendu
Lalu berbondong bondong dalam shaff shalat yang syahdu
Kala itu,
Kita kejar kejaran banyaknya amalan yaumiyan,
Kita cemburu cemburuan jumlah amalan.

Ah.. Rindu sekali sahabat..

Tinggal di kost sempit,
Dihuni oleh 3 atau 4 akhwat
Agar mudah koordinasi katanya
Kost sempit itu,
separuhnya adalah kertas kertas kaderisasi

Makan senampan bertiga, berempat, berlima sampai berdelapan
Agar efisiensi uang jajan,
hingga bisa disedekahkan untuk kegiatan

Ukhtii, masih ingatkah antunna??
Saat raga kita dalam kelas dihadapan dosen,
Pikiran kita melayang layang pada amanah yang kita emban
Namun herannya, nilai nilai kita selalu 3,60, 3,70, 3,80, sampai 4,00

Saat jadwal perkuliahan selesai,
Kita lari larian menuju masjid di tengah pekarangan,
Masuk dalam barisan adik adik mahasiswi yang duduk lingkaran
Rasanya tak ada waktu senggang,
Bila tidak kita yang belajar, maka kita yang mengajar

Ukhti..
Kita sempat mendapat masalah yang paling berat selama hidup,
Kehilangan orang tersayang,
Sakit parah yang menyerang,
Kesempitan keuangan yang makin gerang,
Hingga hampir hampir merontokkan iman
Namun beruntungnya tangan kita saling menggenggam untuk menguatkan,
Lisan kita saling menasihati dalam kesabaran,
Pelukan yang menenangkan,
Aah, rasanya sudah jauh menghilang dari jalan lurus bila tak kamu kuatkan

Ukhti..
Saat yang paling menyedihkan adalah saat kita akan berpisah kala itu,
Sambil menyetel lagu 'Sahabat' Sigma kita menangis
Entah menangis karena akan berpisah
Atau menangis karena takut berjuang sendirian

"Jadikan Robbithoh Pengikatnya, Jadikan Doa Ekspresi Rindu,
Semoga, Kita Bersua di Surga"

#odopbatch6
#onedayonepost

4 komentar: