Sabtu, 08 September 2018

Ngerepotin Tapi Seneng

Kemarin, ada seorang perempuan mengendarai sebuah motor matic berwarna merah terang. Rupanya ia baru selesai rapat bersama komunitasnya. Khawatir pulang malam, ia bergegas membawa jagoan merahnya dan mengantar temannya pulang yang rumahnya tidak jauh dari lokasi rapat. Dia berpamitan dan kembali bergegas menuju pulang.

****


Jarum pendek speedometernya tepat berada di atas garis berwarna merah mendekati ujung E. Ia menuju SPBU yang kebetulan ia lewati. Malangnya, ia hanya mengantongi uang dua puluh ribu rupiah di saku kiri jaketnya. Meski perutnya terasa lapar, ia harus mengurungnya sejenak untuk membeli makanan bagi jagoan merahnya tersebut. Jarak rumah yang jauh mengharuskannya mengisi full tanki si merah.

Mbaak, dua puluh yaaa” ucap perempuan itu sambil menyandarkan standar motor dan membuka jok tutup tangki motornya.

“Jangan lupa struk ya mbak..” tambahnya lagi.

Perempuan ini selalu meminta struk tiap kali membeli BBM. Alasannya, ia ingin menghitung seberapa boros pengeluarannya selama satu bulan.

“Makasih ya, mba..” kata perempuan itu lagi sambil mengambil struk dan pergi.

“Ya, mba..” jawab singkat mbak penjaga SPBU.

Dengan santai ia berlalu sambil bernyanyi riang dan mengamati di sekitar jalan.
Ia mampir ke rumah kawannya dan memintanya untuk menemani pulang. Seperti biasa, ia menaruh kontak motor di saku jaket. Ada yang aneh terasa di tangan kirinya. Terasa kesat. Seperti lembaran.

“Astaghfirullah...” perempuan itu terkaget.

“Gue beli bensin tadi belum bayar!” lanjutnya.

“Koq bisa?” tanya kawannya keheranan.

“Coba diinget-inget lagi.” Nasihat kawannya.

“Iya, gue yakin gue belum kasih duitnya!”

Sekejap perempuan itu langsung pergi.

****

Dua puluh menit kemudian ia sampai di SPBU itu.

“Mbaaaak!!” Teriak perempuan itu.

“Saya ini belum bayar!” tambahnya lagi.

“Iya tah mbak?” tanya mbak itu dalam logat Lampung.

“Iya bener! Ini nih struknya kalo nggak percaya.”

Udah ya mbak, ini uangnya aku bayar, maaf tadi aku lupa banget.. makasih mbak.”

Di tengah jalan, ia masih melanjutkan aksinya. Bernyanyi dan mengamati sekitar.

“Koq bisa yaa gue kayak gini, kan mbaknya udah lupa, harusnya kan bisa buat makan pecel lele. Hahaa...

 “Ah, tapi koq gue seneng yaa. Hahaaa..." uajrnya.

#onedayonepost
#odopbatch_6
#komunitasodop

Tidak ada komentar:

Posting Komentar