Minggu, 09 September 2018

Hikmah Ulat, Amplop, dan Gawai





Kawans. Pekan pertama ini peserta ODOP Batch 6 mendapat tantangan menulis. Tantangannya berupa menulis dengan menggunakan kata yang wajib mengandung kata Ulat, Amplop, dan Gawai.
Kawans.. Menurut aku, tiga kata ini ada hikmahnya. Hikmah yang pertama dari kata ulat. Dulu ketika sekolah dasar, guru memberikan pengetahuan tentang metamorfosa ulat. Yang kita ketahui bahwa, ulat tidak serta merta lahir menjadi ulat. Ia berproses. Seperti lagu yang dulu masih kecil sering kita dengar bahkan nyanyikan, "telur... Telur... Ulat... ulat... Kepompong, kupu... Kupu... Kasian deh loo,kasian deh loo.. " ( endingnya jangan diambil hikmahnya yaa, hehee).

Ya, prosesnya mulai dari menjadi telur, ulat, kepompong, kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang indah nan cantik warnanya. Ini bermakna bahwa dalam kehidupan manusia, kita juga berproses. Untuk menjadi dan mencapai tujuan yang indah berupa kesuksesan, kita harus melalui proses. Ada tantangan demi tantangan, masalah, kesulitan, dan konco-konco sejenisnya yang harus kita hadapi dan mengakibatkan kita butuh perjuangan. Namun yakinlah, proses tidak pernah menghianati hasil. Dan hasil pasti sesuai proses. Maka nikmatilah prosesnya.

Kedua, hikmah amplop. Amplop sering digunakan untuk menaruh uang, baik untuk hadiah ataupun upah. Jika kita analogikan dalam kehidupan, maka ini bermakna "bekerja dan berbuat baik lah tanpa pamrih". Bekerja dan berbuat dengan penuh keikhlasan. Tidak mengharap hadiah atau pujian apapun. Pun jika mendapatkannya, itu keberkahan yang Allah berikan karena kamu telah melalui proses keikhlasan.

Dan terakhir, hikmah gawai. Kawans.., mungkin ada yang belum tahu arti kata gawai? Yups.. Sama, sayapun baru mengetahuinya dari grup ODOP kemarin. Gawai sendiri berarti gadget, smartphone atau ponsel. Nah, kita pun bisa mengambil hikmah dari gawai. Bahwa seberapa mahal harga sebuah gawai, fungsi utamanya adalah untuk saling terkoneksi antar satu dengan yang lainnya. Artinya, apapun pekerjaan kita, sejauh apa pun kita merantau dan berada jauh dari keluarga, kerabat, dan para sahabat, tetaplah rendah hati dan terus menyambung silaturahim. Rasulullah SAW pun sangat menganjurkan kita untuk saling bersilaturahim karena keutamaannya yang luar biasa. Diantaranya, dapat memanjangkan umur, dapat memperbanyak rezeki, dan tentunya mendapat pahala, insya Allah.

Itulah hikmah ulat, amplop, dan gawai. Kawans.., di sekitar kita masih banyak lagi hikmah-hikmah yang dapat kita amati dan renungkan agar kita senantiasa menyadari dan mengagungkan keesaan Allah Sang Maha Pencipta. Wallahu 'alam.

#tantangan1
#odopbatch6
#onedayonepost

2 komentar: