Jumat, 21 September 2018

Cinta Ara 4



Bagian 4

“Araa...” suara Zaskia membangunkan lamunan Ara.

Kia membuka pintu kamar Ara.

“Kia, aku ingin bercerita sesuatu kepadamu.” Sontak Ara langsung menarik tangan Kia dan mendudukkannya disampingnya.

“Kia, kamu tahu siapa yang mengirimiku surat selama bertahun-tahun ini, kan? Kamu tahu bahwa Alan selama ini memendam perasaan sukanya kepadaku? Kamu tahu sesuatu, Kia?” tanya Ara bertubi-tubi.

“Bagaimana kamu mengetahui semua itu, Ara?” Zaskia bertanya dengan heran.

“Alan sendiri yang memberitahuku. Ia akan datang ke rumah bersama orangtuanya untuk melamarku” Jelas Ara.

“Kamu mengetahui sesuatu kan, Kia? Kamu tahu ini akan terjadi?” tanya Ara semakin mendesak.
Sesaat Zaskia menghela napas panjang. Ia seperti saksi yang melihat persis suatu kejadian. Ya. Zaskia memang menjadi saksi banyak hal tentang Alan. Tentang rasa cinta Alan kepada Ara. Tentang surat menyurat yang Alan kirimkan dari Jogja. Bahkan semua kabar tentang Ara sehari-hari, Zaskialah sumber beritanya. Alan menyuruh Zaskia untuk tidak menceritakan apapun tentangnya kepada Kia. Karena memang Alan ingin membuat kejutan suari hari nanti disaat yang tepat. Mungkin ia ingin melingkarkan sebuah cincin emas di jari manisnya Ara. Tapi suatu hari nanti. Begitu yang selalu Alan janjikan kepada Ara melalui Zaskia.

“Ara...” Zaskia membuka suara, setelah cukup lama terdiam.

“Aku minta maaf telah menyembunyikan segala hal tentang Alan. Aku tidak bermaksud untuk menyembunyikan apapun darimu, sungguh Ara.” Ucap Zaskia menatap Ara dengan penuh penyesalan.

“Lalu, bagaimana sekarang, Ara” apa yang akan kamu lakukan?” tanya Kia.

“Kia, sungguh aku sangat bingung. Bagaimana mungkin Alan mencintaiku? Kita bertiga pernah berjanji untuk bersahabat selamanya. Kita pernah berjanji akan saling setia dengan persahabatan kita. Kita pernah ucapkan itu di pusara ibumu. Ibumu yang meminta. Ia tidak ingin ada perselisihan diantara kita. Aku tidak habis pikir bagaimana semua ini terjadi!” ucap Ara dengan nada yang meninggi.

“Tenangkan dirimu, Ara. Semua belum final kan? Aku akan bicara baik-baik kepada Alan. Tenangkan dirimu. Istirahatlah, engkau pasti sangat lelah hari ini. Aku tidak pernah mendapatkanmu begitu emosional seperti saat ini. Calm down, honey..” ucap Kia mencoba menenangkan Ara.

“Maaf. Maafkan aku, Kia. Aku hanya menginginkan yang terbaik untuk persahabatan kita. Aku akan segera beristirahat.” Ucap Ara.

“Aku akan melakukan yang terbaik demi persahabatan kita, Ara.” Ucap Kia sambil memeluk Ara.
Terima kasih, Kia.” Ucap Ara tersenyum.

BERSAMBUNG...

#odopbatch6
#0nedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar