Minggu, 16 September 2018

Cinta Ara 1



Bagian 1

***
Suara gemuruh tepuk tangan memenuhi seantero gedung usai seorang gadis berparas ayu itu menyelesaikan pidato cumlaudenya. Tidak hanya tepuk tangan riang para tamu, banyak pula mahasiswa yang membunyikan peluit dengan kedua jari mereka, menambah kegaduhan gedung rektorat kampus hijau itu.

Gadis itu tidak lain adalah Adawiyatur Rahmah. Gadis berhijab yang akrab dijuluki ‘Champion’ oleh sahabatnya, meski ia sangat senang dipanggil Ara. Nilai IPK nya tidak pernah bergeser dari angka 4,00. Segudang prestasi ia kantongi. Berbagai piagam penghargaan terpajang nyaris memenuhi dinding kamarnya. Ia sering mengisi berbagai seminar menjadi narasumber. Ada pula meng-endorse nya dalam produk kecantikan dan fashion syar’i. Ya, dia selalu juara dan tampak sempurna.

Tidak hanya parasnya yang cantik, Ara memiliki perangai yang indah. Ia tidak pernah jumawa dengan apa yang telah ia dapatkan. Ketenaran, otak yang cerdas, dan wajah yang cantik jelita, serta perbuatannya yang sopan, baik, dan ramah. Banyak lelaki yang menyukainya dan ingin mengencaninya. Namun sayangnya mereka tak pernah mendapat tempat di hati Ara. Ia adalah gadis yang taat beragama. Ia tidak pernah menginginkan hubungan dengan lelaki sebelum menikah. Itu yang selalu ia sampaikan pada setiap lelaki yang hendak mendekatinya.

“Bila malam dan siang silih berganti,
Semerbak wewangian harum bunga sedap malam,
Meski masa telah berganti,
Namun cintaku tak pernah mati untukmu,

Meski kau telah jauh aku tetap mencium aroma bidadari,

Sayangnya,
Bunga indah nan sedap dipandang,
Lagi aroma harum mewangi,
Tumbuh di tepi jurang,
Tak sembarang orang dapat memetiknya,
Tak sembarang orang menyentuhnya,
Meski demikian, bunga tetaplah bunga,
Hidup di tepi jurang tak selamanya berjaya,
Ia harus dijaga dan dirawat dengan sepenuh hati dan jiwa,

Dan aku,
Bersedia menjemputmu wahai bunga,
Ku kan menjaga dan merawatmu agar selalu mekar indah mewangi

                    From: A.S

Entah sudah berapa kali surat semisal ini melayang untuk Ara, terselip di bawah pintu rumahnya.Ia tidak menjalin hubungan cinta pada siapa pun. Selama ini ia hanya fokus berprestasi untuk membanggakan orang tuanya. Lalu, siapakah yang mengirim surat-surat bersenandung cinta dan berkalung romantis ini? Bila pelakunya hanya prank atau pekerjaan orang iseng, mengapa dia begitu setia sampai bertahun-tahun? Entahlah. Semua masih menjadi misteri bagi Ara.

BERSAMBUNG...

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar