Rabu, 05 September 2018

Bolehkah kita mengeluh???




Kawans.. Ketika ada masalah yang menimpa, mungkin kita merasa sendiri, merasa sepertinya menjalani hidup ini sulit, kadang-kadang rasanya ingin menyerah. Lalu timbul perasaan dan membatin dalam hati, ”Kenapa harus gue sih yang punya masalah ini!” atau “Iri banget deh lihat orang-orang, mereka terlihat sangat senang dan menikmati hidupnya, sedangkan gue! Ah entahlah...!”

Kawans.. saat itupun kita juga mungkin merasa beban dihati dan pikiran terasa sesak, penuh, dan berat. Padahal sedang tidak membawai beras berkarung-karung, ataupun lagi hiking membawa carrier di punggung. 

Ingin sekali rasanya tanggungan beban perasaan ini disalurkan, diceritakan agar luang dan sedikit lega sehingga berkurang dari box memori pikiran dan hati. Ingin sekali curhat dan mengeluh pada seseorang. Tapi malu, malu bila masalah ini sampai ketahuan orang lain dan dianggap lemah. Bila sudah dikuatkan ingin cerita, ada teman yang akhirnya jadi boomerang, yang akhirnya ember alias menceritakan kekurangan, kelemahan pada teman lainnya. Syukur-syukur bila teman yang menjadi objek curhatan kita baik, tidak ember dan menjaga rahasia. Tapi, terkadang orang lain hanya mendengar tapi tidak memberi solusi. “Oh, iya, hmm..” respon singkat yang kadang bikin kita malah semakin gemas.

Jadi, mau cerita ke siapa? Mau curhat ke siapa?

Kawans. Tidak salah koq kita punya masalah dan terkadang ada masalah yang tidak bisa kita selesaikan seorang diri. Hidup ini penuh dengan masalah, karena masalah hadir dari ketidak idealan keinginan kita terhadap sesuatu. Masalah adalah sebuah keniscayaan. Masalah adalah sebuah kepastian yang pasti akan hadir pada setiap manusia, tua maupun muda, besar maupun kecil, miskin ataupun kaya, cantik ganteng, dan sebagainya. Masalah yang disebabkan oleh tangan kita sendiri atau masalah dikarenakan hal lain, alam, teman, keluarga, dan sebagainya.
Kawans.. aku ingin mengutip sebuah ayat, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan; “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta,” (QS. Al-Ankabut: 2-3).

Maka, jelaslah setiap manusia pasti Allah akan uji, baik dengan masalah ataupun yang lainnya. Lalu, bolehkah kita mengeluh atas ujian dan masalah yang kita hadapi? Tenanglah kawans, Allah tidak akan menguji diluar kesanggupan kita. Jadi, apapun ujiannya, yang harus kita lakukan adalah bersabar dan shalat. Mengeluh, curhat, bercerita, maka tumpahkanlah pada Allah, Sang Pemilik alam semesta melalui doa-doa yang terus terpanjat disepertiga malam, setelah shalat wajib maupun sunnah, memohon doa pula pada orang-orang yang kita sayangi, orangtua dan sahabat. Dan berpikir positif atau berhusnudzon dengan semua ketetapan Allah. Serta perbanyak mencari ilmu dalam kajian-kajian keislaman. Dengan begitu, mudah-mudahan kegundahan dan kegelisahan serta masalah sebesar apapun akan terasa mudah. Bukankah setiap akun pasti ada kata kuncinya? Begitupun masalah pasti ada jalan keluarnya. Bersabarlah..

#komunitasodop
#odopbatch_6

1 komentar:

  1. Saya kadang masih sering mengeluh dalam keaadaan yang sudah terbilang beruntung. Itu malah membuat saya semakin tidak menikmati hidup. Jika saya bersyukur, padahal tak punya apa-apa malah membuat saya bahagia.

    BalasHapus