Minggu, 30 September 2018

Belajar dari Iblis



Anda pasti terkaget dan heran, mengapa kita harus belajar dari si iblis. Jelas-jelas iblis dan sejenisnya akan selalu membawa kepada keburukan.

Ya. Itu judul yang benar. 'Belajar' dari Iblis. Saya tidak mengatakan belajar kepada iblis ya, tetapi belajar dari iblis.
Bukan iblis yang kita jadikan guru, tetapi Anda bisa mengambil hikmah dari kisah iblis.
Source: pixabay

Apa yang bisa kita pelajari dari iblis? Ada tiga hal, yaitu visioner, komitmen, dan gigih.

1. Visioner
Anda pernah mendengar atau membaca kisah iblis yang diturunkan dari surga? Ya. Perlu kita perhatikan bahwa, sejak saat itu iblis berjanji untuk menggoda manusia. Tidak hanya menggoda namun juga berusaha menyesatkan. Sejak saat itu pula hingga sampai pada hari kiamat iblis akan selalu menyesatkan manusia. Itulah visioner. Iblis telah merancang tindakannya yaitu menggoda dan menyesatkan manusia hingga hari kiamat. Bukan waktu yang singkat dan sesaat, tetapi waktu yang lama dan panjang.

Bagaimana dengan kita? Mungkin banyak diantaranya memiliki visi yang pendek, rendah, atau bahkan tidak memiliki visi atau tujuan yang jelas. Membiarkan kehidupan mengalir saja seperti air. Ingatlah bahwa air selalu mengalir ketempat yang lebih rendah dan lebih rendah lagi hingga bermuara di kubangan. So, miliki visi jangka panjang dan tentu berkemanfaatan.

2. Komitmen
Ketika iblis bertekad keras akan menyesatkan manusia, ia tidak pernah melenceng dari tekadnya tersebut. Justru dari masa ke masa semakin menjadi-jadi. Ia komitmen pada janjinya juga pada ikrarnya.

Bagaimana dengan komitmen kita? Ya. Mungkin banyak diantara kita yang awalnya sangat menggebu-gebu dan ambisius. Namun ketika dihadapkan dengan tantangan, langsung menciut nyali dan patah arang atau bahkan pesimis dan berakhir dengan pindah haluan; tak melanjutkan lagi tekad yang sejak awal dibangun.

Seperti di ODOP ini misalnya. Awalnya menggebu-gebu mencari tema, judul, menggali-gali ingatan tentang cerita lampau yang akan ditulis. Seminggu berjalan lancar, namun akhirnya tidak lagi memegang komitmen dan menyerah akibat di-kick oleh penghuni pulau. (semoga saya dan Anda yang membaca ini tidak termasuk).

3. Gigih
Kita tahu bahwa selama iblis menggoda dan menyesatkan manusia, pasti ada tantangannya. Namun dia tidak serta merta berhenti dan pasrah. Bila tidak berhasil dari arah depan, dia akan menggoda dari arah belakang. Bila tidak berhasil dari arah belakang, dia coba dari arah kiri dan kanan. Bila tidak berhasil juga, dia akan mencoba dari atas dan bawah. Sungguh gigih iblis itu, wajar saja banyak yang terpedaya akibat kegigihannya. (lagi-lagi, semoga kita bisa kuat melawan godaan iblis).

Ya, begitulah karakter iblis. Kita pun harus gigih. Bila suatu hari ketika telah melahirkan tulisan, mengirim ke penerbit, jangan lantas menyerah begitu saja bila sekali dua kali tulisan ditolak. Hal terpenting adalah kegigihan. Pun pada impian kita yang lain, terus mencoba dan berusaha hingga tercapai.

Kalau iblis saja bisa visioner, komitmen, dan gigih padahal mengajak ke neraka, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama untuk mencapai impian dan kebaikan? Semoga bermanfaat.
(Terinspirasi dari tausyah Kak Ono)

#odopbatch6
#onedayonepost

Tidak ada komentar:

Posting Komentar