Jumat, 14 September 2018

Bangkit 2



Part 2


Satu bulan lalu. Indonesia dilanda duka. Kota yang dijuluki kota seribu masjid hancur porak poranda. Nusa Tenggara Barat (NTB). Kota yang terkenal juga dengan keindahan alam dan lautannya, kini menjadi suram dan penuh dengan reruntuhan bangunan yang rata dengan tanah.

Berdasarkan informasi dari Rumah Zakat, terhitung sejak 26 Agustus 2018, telah terjadi gempa susulan sebanyak 1973 sejak sebulan yang lalu. Bila satu bulan ada 30 hari, maka hampir setiap hari terjadi gempa sebanyak 67-68 kali. Sebuah fenomena alam yang sungguh dahsyat.

Efek gempa yang berlangsung terus menerus membuat 83.392 rumah rusak parah, 562 korban jiwa, dan 417.529 warga mengungsi d tenda-tenda darurat. Rumah Zakat (RZ) telah melakukan evakuasi dan membantu korban yang terkena dampak sejak hari pertama terjadi gempa. RZ telah mendirikan tenda-tenda pengungsian di 30 titik. pembuatan tenda-tenda pengungsian dibantu oleh warga setempat. RZ juga membangun empat posko utama di Mataram, Lombok Timur dan Lombok Utara. Di posko utama terdapat dapur umum dan tim medis sedangkan tim psychohealing, bersifat mobile, menyambangi warga yang trauma berat akibat bencana gempa.

Program-program yang telah diinisiasi oleh Rumah Zakat adalah penyaluran kornet Superqurban sebanyak 19.000 untuk makanan sehari-hari, membangun satu sekolah darurat, 2.000 layanan medis di Lombok Barat, Lombok Utara, dan Sumbawa.

Program yang telah dilakukan masih belum cukup untuk menangani korban terdampak. RZ masih melakukan penggalangan dana untuk membangun shelter atau hunian sementara (Huntara).Huntara dibuat dari kabin, bangunan dasarnya dipondasi, dan diberi atap seng sehingga cukup tahan lama. Huntara tersebut dibangun di tanah pemerintah kota Lombok dan bisa dipakai selama satu tahun. Selain Huntara, masyarakat Lombok juga membutuhkan sekolah darurat tambahan. Sekolah darurat ini sama dengan aktivitas di sekolah-sekolah pada umumnya. Pembelajarannya pun berdasarkan kurikulum yang berlaku.

Efek gempa yang panjang ini, stok makanan semakin berkurang. Maka RZ juga menginisiasi program siaga pangan, siaga kesehatan, untuk cek kesehatan secara berkala dan pemberdayaan ekonomi.

Gempa memang sudah berakhir, namun dampaknya masih dirasakan sampai saat ini. NTB masih memerlukan uluran tangan-tangan kita. Masih banyak yang tinggal di pengungsian dan dalam kekurangan. Mari kita bersama-sama membuat NTB bangkit kembali dan menorehkan senyum di wajah-wajah mereka.

#odopbatch6
#onedayonepost


8 komentar: