Rabu, 12 September 2018

BANGKIT




Bak surga dunia katanya
Pantai biru dipenuhi terumbu karang yang memesona
Ikan-ikan berenang akrab seperti kawan lama
Ribuan wisatawan datang ingin menggodanya

Nusa Tenggara Barat
Kota dengan kekayaan dan keindahan alam nan dahsyat
Ribuan kali bergoncang hebat
Terkoyak-koyak dan menggetarkan alam sejagat
Bangunan-bangunan tinggi runtuh sekelebat

Tanah-tanah bebatuan dan jalan-jalan
Terbelah seperti irisan
Ratusan ribu pribumi berlarian
Beriring dalam kebingungan dan ketakutan

Anak-anak kecil yang tengah bersekolah
Para ayah mencari nafkah
Serta ibu-ibu yang memasak dengan gerabah
Kehilangan harta dan rumah-rumah

Gempa itu ribuan kali datang
Tak peduli waktu pagi atau petang
Dia hadir dengan garang
Tak pedulikan tubuh mereka yang meradang

Ratusan jiwa melayang
Tenggelam diantara puing-puing bangunan
Patah kaki-kaki mereka, terluka, bersimbah darah kepala dan sekujur badan
Bahkan tertimbun dalam reruntuhan
Di tanah kelahiran tersayang

Dimana kita wahai saudara?
Yang terus menerus melontarkan kata-kata bhineka tunggal ika
Berkoar-koar tentang hak asasi manusia
Bahkan mereka yang nampak jelas terluka tak kau bela

Maka malulah pada diri sendiri
Bertanyalah pada hati dan sanubari
Dimana ia meletakkan rasa manusiawi
Atau keegoisan dan ketamakan terasa lebih berarti
Dibanding jiwa-jiwa yang telah mati

BERSAMBUNG...

2 komentar:

  1. Balasan
    1. iya, sedih banget waktu temenku relawan yang berangkat langsung. sambil cerita kondisi disana, sambil dia menangis tidak tega..

      Hapus